NSPCC Desak Facebook Hentikan Rencana Enkripsi

Organisasi perlindungan anak Inggris, NSPCC mengatakan keputusan Facebook untuk mengenkripsi pesan dengan kuat akan memberikan tempat bagi penjahat untuk bersembunyi.

Facebook berencana untuk mengimplementasikan enskripsi di Facebook Messenger dan Instagram Direct. Tetapi lebih dari 100 organisasi, yang dipimpin oleh NSPCC, telah menandatangani surat terbuka yang memperingatkan rencana tersebut akan melemahkan upaya untuk menangkap pelaku kekerasan. Mereka mengatakan Facebook telah gagal untuk mengatasi kekhawatiran tentang keselamatan anak (online).

Enkripsi ujung ke ujung, yang sudah digunakan di WhatsApp berarti tidak seorang pun, termasuk perusahaan yang memiliki platform, dapat melihat konten pesan yang dikirim. Surat bersama tersebut mendesak Facebook untuk menghentikan peluncuran rencananya sampai adanya perlindungan memadai sudah tersedia.

Organisasi lain yang ikut menandatangani surat tersebut adalah Barnardo’s, 5Rights, the International Centre For Missing and Exploited Children, and Child USA.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan melindungi kesejahteraan anak-anak di platformnya adalah sangat penting bagi Facebook. Menurut juru bicara tersebut, Facebook telah memimpin industri dalam melindungi anak-anak dari eksploitasi dan membawa komitmen dan kepemimpinan yang sama dalam enkripsi.

Pada tahun 2018, Facebook membuat 16,8 juta laporan eksploitasi seksual anak dan konten pelecehan ke NCMEC. Badan Kejahatan Nasional mengatakan laporan tersebut telah menyebabkan lebih dari 2.500 penangkapan dan 3.000 anak-anak diamankan. Tapi, NCMEC memperkirakan, jika Facebook mengimplementasikan enkripsi ujung ke ujung, itu bisa berarti 70% dari laporan vital ini hilang.

Sumber: BBC