Review Jelek di Google, Pengacara Menangkan Kasus Defamasi

Seorang pengacara di Adelaide, Australia telah memenangkan kasus pencemaran nama baik dan berhak atas pembayaran sebesar 750.000 dollar AS dari seorang perempuan yang memberikan ulasan buruk kepada perusahaannya di Google.

Perempuan tersebut, yaitu Isabel Lok, tidak pernah menjadi klien pengacara Gordon Cheng, menurut bukti di Mahkamah Agung Australia Selatan. Akan tetapi dia memposting review dan memberikan bintang satu terhadap bisnis Gordon Cheng di Google pada Oktober 2018 dalam bahasa Inggris dan China, bersama dengan ulasan negatif yang panjang.

Cheng, 66, lahir di Hong Kong dan sebagian besar kliennya berasal dari komunitas Tionghoa Adelaide atau dari China dan Hong Kong. Dia mengatakan kepada pengadilan bahwa dia kehilangan sekitar 80 persen kliennya atas tinjauan buruk yang baru disadarinya pada Februari 2019.

Dia mengatakan ulasan atau review buruk tersebut membuatnya sangat tertekan, cemas, dan mengalami kesulitan keuangan. Pada bulan Maret 2019 ia merilis keprihatinan kepada Lok dan mengajukan keluhan kepada Google.

Namun Lok tidak mau menghapus review tersebut, tetapi malah mengganti namanya menjadi Bel, kemudian Cindy dan akhirnya Peter, nama ayahnya, yang memiliki restoran di Chinatown Adelaide. Dia kemudian membantah ada hubungannya dengan ulasan tersebut.

Google kemudian menghapus ulasan pada 30 April 2019, tetapi Lok kemudian memposting ulasan serupa dengan dua nama lagi. Di salah satu review, dia membantah klaim Cheng bahwa dia bukan kliennya.

Data Google yang disajikan ke pengadilan menunjukkan bahwa review tersebut dilihat sekitar 800 kali sebulan. Setiap ulasan Google lainnya tentang bisnis Cheng selalu bintang lima. Akuntan Cheng, Karen Phu, memperkirakan total kehilangan penghasilannya menjadi 631.229 dollar AS dari November 2018 hingga Januari 2020.

Hakim Bochner memerintahkan Lok membayar ganti rugi 750.000 dollar AS kepada Cheng. Cheng mengatakan bisnisnya telah pulih lebih cepat dari yang diharapkan setelah review jelek tersebut dihapus. 

Sumber: ABC AU