Pengawas Perlindungan Data Eropa Inginkan Aplikasi Pelacakan Virus Corona Tunggal

Pengawas perlindungan data Eropa telah menyerukan aplikasi coronavirus tunggal untuk digunakan di seluruh Uni Eropa, bukan setiap negara membuat sendiri.

Sebagaimana diketahui, beberapa negara sedang mengembangkan aplikasi pelacakan, tetapi pendukung privasi memperingatkan akan bahaya yang mungkin ditimbulkannya. Pengawas Perlindungan Data Eropa mengatakan satu aplikasi Uni Eroppa dengan perlindungan data yang kuat adalah solusi terbaik untuk pandemi coronavirus.

Wojciech Wiewiorowski dari Pengawas Perlidungan Data Eropa mengatakan undang-undang privasi utama Uni Eropa, Peraturan Perlindungan Data Umum atau GDPR memungkinkan pemrosesan informasi pribadi yang sensitif ketika hal tersebut untuk kepentingan kesehatan masyarakat. 

Kelompok hak digital yang berbasis di AS, Electronic Frontier Foundation telah memperingatkan bahwa menuntut kekuatan pengawasan baru yang luar biasa untuk mencoba mengendalikan virus corona. Kekuatan seperti itu harus berakhir setelah krisis berakhir.

Irlandia diperkirakan akan meluncurkan aplikasi dalam dua minggu ke depan atas dasar sukarela. Inggris, yang kini telah meninggalkan Uni Eropa, sedang mempertimbangkan solusinya sendiri.

Wiewiorowski mengatakan kantornya menyadari bahwa sejumlah negara anggota UE telah atau sedang dalam proses mengembangkan aplikasi mobile yang menggunakan pendekatan berbeda. Beberapa dari mereka menggunakan Bluetooth untuk pelacakan kontak yang tampaknya menjadi jalur yang bermanfaat.

Menurutnya, plikasi mobile Covid-19 tunggal harus dikoordinasikan di tingkat Eropa. Idealnya akan melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia juga, untuk memastikan perlindungan data dengan desain secara global sejak awal.

Wiewiorowski mengatakan tindakan apa pun yang melanggar privasi harus sementara dan tidak tinggal setelah krisis, terbatas tujuannya, untuk apa yang dibutuhkan, memiliki akses terbatas ke data, dan tahu siapa yang memiliki akses, memiliki tujuan  atau tahu apa yang akan dilakukan dengan data mentah dan hasilnya.

Sumber: BBC