Taiwan Larang Zoom karena Khawatir Keamanan

Pemerintah Taiwan secara resmi telah melarang penggunaan aplikasi video konferensi Zoom untuk urusan pemerintahan. Larangan ini merupakan kemunduran bagi panggilan video yang sangat populer tersebut. Larangan tersebut dilakukan setelah adanya informasi bahwa beberapa lalu lintas Zoom telah secara keliru dialihkan melalui China, yang tidak mengakui kemerdekaan Taiwan.

Pemerintah Taiwan mengatakan badan publik tidak boleh menggunakan produk dengan masalah keamanan seperti Zoom. Tetapi aplikasi pesaing seperti Google dan Microsoft dapat diterima dan digunakan.

China sendiri menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang memisahkan diri dan ditakdirkan untuk dipersatukan kembali dengan China daratan.

Pekan lalu, para peneliti menemukan bahwa beberapa lalu lintas dari aplikasi panggilan video Zoom sedang dikirim melalui Beijing, bahkan ketika semua peserta pada panggilan Zoom berada di Amerika Utara. Tim dari Citizen Lab Universitas Toronto juga menyoroti bahwa Zoom memiliki beberapa ratus karyawan di Cina daratan, yang juga dapat membuka Zoom terhadap tekanan dari otoritas China.

Zoom mengakui bahwa lalu lintas secara keliru dialihkan melalui Beijing, dan meminta maaf. Namun, Terlepas dari respon dari Zoom, Taiwan telah memberi tahu lembaga publiknya untuk menggunakan perangkat lunak lain selain Zoom. Jika memungkinkan, solusi domestik harus digunakan, dan menambahkan bahwa dalam keadaan khusus, aplikasi Google atau Microsoft dapat diterima. Perusahaan-perusahaan itu masing-masing mengoperasikan layanan Duo dan Skype.

Dalam laporannya, para peneliti Citizen Lab juga mengatakan Zoom menggunakan enkripsi non-standar, dan memperingatkan bahwa itu mungkin tidak cocok untuk pemerintah atau bisnis yang khawatir tentang spionase.

Sumber: BBC