internetsehat.id

Merawat Kolaborasi Literasi Digital Indonesia

Literasi Digital

Medsosan Tiap Hari, Baru Sadar Bahayanya Setelah Acara Ini!

Setiap guru bisa menjadi role model bagi siswanya di ruang digital, tetapi bukan berarti mereka dapat menjaga keamanan siswanya selama 24 jam. Kekhawatiran inilah yang mendorong para guru di SMP Islam Al Azhar 12 Rawamangun untuk mengadakan penyuluhan tentang bijak bermedia sosial. Kegiatan ini diikuti oleh hampir 200 siswa kelas 7, yang tampak antusias dan bersemangat mengikuti diskusi.

Mengajak para siswa menjadi pelajar yang “sigma” di era digital, tim Internetsehat.id membuka presentasi dengan sebuah fakta menarik, “Tahukah kalian bahwa hampir 80% penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet? Bahkan, sepertiga dari waktu hidup kita dihabiskan di dunia digital.” Pernyataan ini membuat para siswa berpikir, apakah selama ini mereka benar-benar menggunakan internet dengan bijak?

Sebagai generasi yang setiap hari bersentuhan dengan internet dan media sosial, para siswa dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti hoaks, penipuan online, penyalahgunaan data pribadi, hingga cyberbullying. Oleh karena itu, mereka diperkenalkan dengan konsep “Be a Sigma Digital Citizen,” yaitu menjadi warga digital yang mampu berpikir kritis, menjaga keamanan, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di ruang digital.

Dengan penuh perhatian, para siswa mendengarkan bagaimana cara membangun jejak digital yang baik. Mereka diajak untuk tidak mudah percaya pada hoaks, memahami norma, serta selalu waspada terhadap siapa pun yang mereka ajak berkomunikasi di dunia maya. Kesadaran juga ditanamkan bahwa bahkan akun second account yang dibuat untuk “bebas berbagi” tetap menjadi bagian dari jejak digital mereka.

Pada sesi berikutnya Kak Defira mengajak para siswa bermain dalam permainan interaktif “Aman atau Tidak?” Berbagai skenario dilemparkan, dan para siswa harus menilai apakah tindakan dalam situasi tersebut aman atau berisiko.

“Seseorang yang tidak kamu kenal mengirimi link hadiah menarik. Kamu tertarik membukanya. Aman atau tidak?”

“Tidak! Itu bisa jadi penipuan!” sahut seorang siswa dengan penuh semangat.

“Bagus! Kita harus selalu curiga terhadap hal yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan!” jawab Kak Defira.

Skenario lain dilemparkan: “Teman dekat meminta password akun media sosialmu agar dia bisa berbagi pengalaman masuk ke akunmu. Apa yang kamu lakukan?”

Sebagian siswa tampak ragu, tetapi akhirnya menyadari, “Tidak boleh! Itu bisa membahayakan akun kita!”

Diskusi ini membuat mereka sadar bahwa di dunia digital, privasi adalah hak sekaligus tanggung jawab.

Setelah membahas keamanan digital, perhatian mereka beralih ke dampak lain dari dunia maya, yaitu kesehatan mental dan emosional. “Siapa yang pernah merasa stres karena terlalu lama di media sosial?” Beberapa siswa mengangguk, menyadari bahwa dunia digital bisa menjadi beban jika tidak digunakan dengan baik. Mereka pun diperkenalkan dengan konsep Digital Detox, yaitu beristirahat dari media sosial selama beberapa jam atau sehari penuh untuk meredakan stres.

Sesi terakhir menekankan pentingnya empati dan tanggung jawab dalam dunia maya.

“Siapa di sini yang pernah menerima komentar jahat di media sosial?” tanya pembicara. Hampir semua siswa mengangguk ragu, lalu termenung. Bahkan, beberapa tampak menahan tangis saat diskusi berlangsung. Dengan penuh perhatian, mereka mendengar pentingnya menggunakan bahasa yang baik, menyebarkan kebaikan, melawan cyberbullying, dan memperlakukan orang lain sebagaimana mereka ingin diperlakukan.

Di akhir sesi para siswa tersenyum, merasa mendapatkan wawasan baru. Mereka tidak hanya belajar tentang dunia digital, tetapi juga bagaimana menjadi manusia yang lebih baik, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mereka pulang dengan satu kesadaran baru, internet adalah alat yang sangat kuat. Dengan internet, mereka dapat menjelajahi berbagai hal baru dengan mudah. Namun di balik kemudahan tersebut, internet harus digunakan dengan bijak, karena setiap jejak digital yang mereka tinggalkan akan membentuk masa depan mereka. (def/mt)

Fitur Aksesibilitas