Literasi Digital

Aplikasi Ring Doorbell Gunakan Pelacak Pihak Ketiga

Aplikasi Ring Doorbell bukan hanya produk yang memungkinkan pengguna untuk mengawasi tetangga mereka. Lebih dari itu, perusahaan pembuatnya juga menggunakannya untuk mengawasi pelanggannya sendiri.

Investigasi oleh EFF terhadap aplikasi Ring Doorbell untuk Android menemukan bahwa aplikasi tersebut dikemas dengan pelacak pihak ketiga yang mengirimkan sejumlah besar informasi pengenal pribadi (PII) pengguna. Sebanyak empat perusahaan analitik dan pemasaran utama diketahui menerima informasi seperti nama, alamat IP pribadi, operator jaringan seluler, pengidentifikasi persisten, dan data sensor pada perangkat pelanggan yang membayar.

Bahaya dalam mengirimkan bahkan sepotong kecil informasi adalah bahwa perusahaan analitik dan pelacakan dapat menggabungkan bit-bit kecil tersebut untuk kemudian secara bersama-sama membentuk gambaran unik dari perangkat pengguna.

Nantinya gambarak unik pengguna tersebut layaknya sidik jari yang mengikuti pengguna saat mereka berinteraksi dengan aplikasi lain dan menggunakan perangkat mereka, pada dasarnya memberikan pelacak kemampuan untuk memata-matai apa yang dilakukan pengguna dalam kehidupan digital mereka dan ketika mereka melakukannya.

Semua ini terjadi tanpa pemberitahuan atau persetujuan pengguna yang berarti dan, dalam banyak kasus, tidak ada cara untuk mengurangi kerusakan yang terjadi. Bahkan ketika informasi ini tidak disalahgunakan dan digunakan untuk tujuan yang dinyatakan secara tepat (dalam kebanyakan kasus pemasaran), ini dapat menyebabkan sejumlah besar penyakit sosial.

Ring telah menunjukkan pola perilaku yang berupaya memitigasi paparan kritik dan pengawasan sambil mengambil manfaat dari beragam data pelanggan yang tersedia bagi mereka. Ring telah mampu melakukannya dengan meningkatkan citra rumah aman, sementara mengambil keuntungan dari jaringan pengawasan yang memfasilitasi akses departemen kepolisian yang belum pernah terjadi sebelumnya ke dalam kehidupan pribadi pengguna.

Ring tidak hanya salah dalam mengelola data konsumen, tetapi juga secara sengaja menyerahkan data itu ke pelacak dan penambang data.

Sumber: EFF

Similar Posts