Apple Lakukan Sensor di China, Hong Kong dan Taiwan

Apple Lakukan Sensor di China, Hong Kong dan Taiwan

Internet Sehat : Laporan terbaru menunjukkan bahwa Apple melakukan sensor di berbagai negara. Penyensoran yang dilakukan Apple merujuk pada politisi China, pembangkang dan topik lainnya.

CitizenLab mengatakan telah menyelidiki filter yang disiapkan untuk pelanggan yang menginginkan sesuatu yang dibakukan di iPhone, iPad, atau perangkat Apple baru lainnya. Apple memiliki daftar luas kata-kata yang disensor, tidak hanya di China daratan, tetapi juga di Hong Kong dan Taiwan.

Apple mengatakan sistemnya memastikan hukum dan kebiasaan setempat dihormati. Seperti semua yang ada di Apple, proses penetapan desain untuk melakukan sensor dipimpin oleh nilai-nilai yang dimiliki Apple.

Layanan penetapan desain untuk menghilangkan berbagai hal tersebut berusaha untuk tidak mengizinkan frasa bermerek dagang, selain frasa yang vulgar atau tidak peka budaya, dapat ditafsirkan sebagai menghasut kekerasan, atau akan dianggap ilegal menurut hukum, aturan, dan peraturan setempat. Akan tetapi CitizenLab menuduh Apple memiliki daftar kata kunci yang dikuratori secara ceroboh dan tidak konsisten.

CitizenLab, sebuah kelompok riset di University of Toronto yang dikenal karena karyanya di bidang teknologi dan hak asasi manusia, mengatakan telah ada penelitian sebelumnya tentang penyensoran App Store Apple di China. Laporan barunya menemukan lebih dari 1.100 kata kunci yang difilter, di enam wilayah berbeda, terutama yang berkaitan dengan konten yang menyinggung, seperti kata-kata rasis atau seksual. Namun hal tersebut diterapkan secara tidak konsisten dan jauh lebih luas untuk China.

Di China daratan, CitizenLab menemukan bahwa Apple menyensor konten politik, termasuk referensi luas tentang kepemimpinan China dan sistem politik China, nama-nama pembangkang dan organisasi berita independen, dan istilah umum yang berkaitan dengan agama, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Laporan itu juga menuduh bahwa penyensoran ke pasar Hong Kong dan Taiwan. Laporan menunjukkan terdapat 1.045 kata kunci diblokir di China daratan, 542 di Hong Kong, dan 397 kata kunci di Taiwan. Sebaliknya, Jepang, Kanada, dan AS memiliki antara 170 dan 260 kata yang disaring.

Di Hong Kong, frasa yang merujuk pada umbrella revolution gerakan pro-demokrasi, dan kebebasan pers tampaknya diblokir, bersama dengan nama beberapa pembangkang politik.

Di Taiwan, laporan tersebut menemukan penyaringan anggota senior Partai Komunis China yang berkuasa, termasuk tokoh-tokoh sejarah seperti Ketua Mao Zedong.

Hong Kong dikenal sebagai wilayah administrasi khusus China. Bekas jajahan Inggris itu adalah bagian dari Tiongkok, tetapi diatur di bawah prinsip-prinsip khusus dan menikmati otonomi tingkat tinggi.

Taiwan, sementara itu, memiliki pemerintahan sendiri, tetapi Beijing menganggapnya sebagai provinsi pemberontak yang memisahkan diri yang suatu hari akan dipersatukan kembali dengan China daratan.

Laporan tersebut menytakan bahwa sebagian besar dari penyensoran ini melebihi kewajiban hukum Apple di Hong Kong dan CitizenLab menyadari tidak ada pembenaran hukum untuk penyensoran konten politik di Taiwan. CitizenLab menuding bahwa Apple tidak sepenuhnya memahami konten apa yang mereka sensor.

Sumber : BBC

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.