Literasi Digital

Banyak Protes, Pemerintah India Matikan Internet

Otoritas India telah menutup akses internet di banyak negara bagian di tengah protes yang meluas terhadap perdana menteri dan supremasi sayap kanan Narendra Modi dan undang-undang baru pemerintahnya yang dirancang untuk melarang umat Muslim memperoleh kewarganegaraan.

The Citizenship Amendment Act yang disahkan minggu ini menciptakan jalur yang dipercepat menuju kewarganegaraan bagi para migran yang telah pindah ke India dari Pakistan, Bangladesh, atau Afghanistan selama mereka mengikuti agama-agama Hindu, Kristen, Budha, Sikh, Parsee atau Jain, tetapi bukan Islam yang mana telah dianuti oleh ratusan juta orang di negara tersebut. Pemerintah Modi bersikeras bahwa umat Islam tidak tercantum dalam RUU karena mereka tidak menghadapi diskriminasi yang sama di tiga negara seperti yang lainnya.

Lawan politik Modi memiliki sudut pandang lain. Menurut mereka undang-undang tersebut adalah manuver eksplisit untuk mulai mengusir umat Islam dari India secara massal, seperti yang telah dimulai di negara bagian Assam yang membuat jutaan orang berisiko kehilangan status hukum mereka.

Menteri Dalam Negeri Amit Shah telah berjanji bahwa proses peninjauan akan berjalan secara nasional sebagai bagian dari proses untuk membersihkan penyusup dan rayap. Pemerintah Modi juga telah menyatakan bahwa pemerintah federal dan negara bagian memiliki kekuatan besar untuk memaksakan pengawasan pada semua komunikasi digital dengan alasan yang tidak jelas seperti keamanan negara.

Menurut New York Times, demonstrasi menentang The Citizenship Amendment Act meluas di kota-kota besar, dari Kolkata di timur ke Kochi di selatan dengan kehadiran setidaknya puluhan ribu demonstran. CNN melaporkan bahwa meskipun ada gelombang larangan pertemuan publik berdasarkan hukum era kolonial, para pengunjuk rasa muncul di New Delhi, Mumbai, Kolkata, Hyderabad, dan Chennai. Pihak berwenang telah menanggapi dengan kekuatan fisik sehingga menyebakbkan sembilan kematian dan ratusan penahanan telah dilaporkan dalam minggu terakhir dan tindakan keras terhadap akses internet.

India memimpin dalam daftar negara paling banyak mematikan akses internet. Tahun ini saja terdapat 95 perintah untuk mematikan akses internet.

Sumber: Gizmodo

Similar Posts