Blokir 7 Bulan Dibuka, Twitter Setuju Permintaan Nigeria

Internet Sehat : Twitter telah menyetujui permintaan Nigeria untuk mendaftar di negara tersebut dan membayar pajak lokal untuk mengakhiri larangan atau blokir layanan selama tujuh bulan. Nigeria melakukan pemblokiran layanan Twitter pada bulan Juni 2021 lalu setelah Twitter menghapus tweet oleh Presiden Muhammadu Buhari. Nigeria menuduh Twitter berpihak pada separatis.

Sebelum mengakhiri pembolikran, pemerintah Nigeria bersikeras bahwa Twitter harus mendaftar di Nigeria, menunjuk perwakilan untuk Nigeria, mematuhi kewajiban pajak di Nigeria, mendaftarkan Nigeria di portalnya untuk komunikasi langsung antara pejabat pemerintah dan Twitter untuk mengelola konten terlarang yang melanggar aturan komunitas Twitter, serta bertindak dengan pengakuan hormat terhadap hukum Nigeria.

Twitter belum secara resmi mengomentari apa yang telah dilakukan untuk kembali diizinkan bekerja di Nigeria, tetapi Twitter melakukan tweet bahwa mereka senang layanannya telah dipulihkan dan sangat berkomitmen untuk Nigeria.

BBC memahami bahwa sebagian besar tuntutan Nigeria telah disetujui oleh Twitter. Langkah ini memungkinkan jutaan orang di negara terpadat di Afrika tersebut untuk menggunakan platform Twitter kembali.

Banyak orang Nigeria terus mengakses situs tersebut setelah penangguhan menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), tetapi sebagian besar organisasi perusahaan, termasuk banyak media, telah mematuhi perintah pemerintah. Analis percaya larangan tersebut telah merugikan ekonomi Nigeria jutaan dolar, terutama usaha kecil yang menggunakan platform untuk menjangkau pelanggan mereka.

Langkah tahun lalu oleh pemerintah Nigeria memicu kecaman internasional atas kebebasan berbicara.

Twitter populer di banyak orang Nigeria dan platform tersebut telah digunakan sebagai alat mobilisasi. Aktivis menggunakannya untuk menggalang dukungan selama protes terhadap kebrutalan polisi di bawah tagar #EndSars, yang mendapat perhatian global.

Sumber : BBC

Share