Literasi Digital

Data Pengguna Bukalapak Bocor?

Internet Sehat: Setelah data pengguna e-commerce Tokopedia diduga diperjualbelikan di dark web, kini giliran data penguna Bukalapak yang dikabarkan bocor dan siap dijual di tempat yang sama.

Beberapa hari yang lalu sebagaimana dikutip dari Kontan, di forum hacker Raidforums seorang pengguna mengklaim siap menjual 13 juta akun pengguna Bukalapak. 

Namun CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin  mengatakan bahwa data pengguna aman. Menurutnya, ancaman peretasan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab terhadap industri teknologi digital selalu ada, namun ia menegaskan bahwa saat ini data konsumen aman di Bukalapak.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sejak ada percobaan peretasan pada tahun 2019, Bukalapak telah menemukan sumbernya dan menguatkan data security. Bukalapak terus mengingatkan para pengguna mengambil langkah pengamanan secara berkala termasuk mengganti password, dan menggandakan keamanan di sistem Bukalapak.

Bukalapak mengklaim telah menggunakan sistem perlindungan berlapis saat menerima, menyimpan, dan mengolah seluruh data pengguna. Terkait data-data yang sensitif seperti KTP, Bukalapak menyimpan di storage khusus dalam periode waktu tertentu yang dapat secara otomatis terhapus untuk melindungi privasi pengguna.

Hacker memang selalu berupaya untuk melakukan peretasan berbagai layanan. Tidak hanya layanan e-commerce seperti Bukalapak, layanan bank bahkan layanan publik lainnya dari pemerintahan menjadi sasaran hacker. Untuk itu, sangat penting bagi setiap layanan untuk memperkuat keamanan layanan mereka. Upaya melindungi pengguna harus selalu jadi prioritas. Keamanan data pengguna merupakan hal yang sangat utama untuk bisa mewujudkan Internet Sehat.

Similar Posts