Literasi Digital

Facebook Akhiri Sengketa Pengenalan Wajah, Bayar 550 Juta Dollar AS

Facebook telah menyelesaikan perselisihan hukum yang sudah berjalan lama tentang cara bagaimana mereka memindai dan menandai foto pengguna Facebook.

Facebook akan membayar senilai 550 juta dollar AS kepada sekelompok pengguna Facebook di Illinois, yang berpendapat bahwa alat pengenalan wajah Facebook melanggar undang-undang privasi negara. Kasus ini telah berlangsung sejak 2015 dan penyelesaiannya diumumkan dalam pendapatan kuartalan Facebook baru-baru ini.

Gugatan terhadap Facebook itu diberikan lampu hijau untuk diteruskan pada tahun 2018 ketika seorang hakim federal memutuskan bahwa kasus tersebut bisa didengar sebagai kasus class action.

Pengadilan banding tidak setuju dengan upaya Facebook untuk menghentikan ikasus tersebut dan pada bulan Januari Mahkamah Agung juga menolak untuk meninjau bandingnya.

Facebook mengatakan bahwa merekai memutuskan untuk melakukan penyelesaian karena hal tersebut demi kepentingan terbaik komunitas dan pemegang saham Facebook untuk melewati masalah tersebut.

Facebook mulai menggunakan pengenalan wajah di AS pada tahun 2010 ketika mereka secara otomatis menandai orang di foto menggunakan tag suggestions tool. Alat tersebut memindai wajah pengguna dan menawarkan saran tentang siapa orang tersebut.

Teknologi ini terbukti kontroversial pada saat itu. Meskipun pengguna memiliki opsi untuk mematikannya, mereka tidak secara eksplisit ditanya apakah mereka ingin diaktifkan.

Pada bulan Desember 2017 pengaturannya diganti namanya menjadi face recognition dan pengguna dapat dengan mudah mengaktifkan atau menonaktifkannya. Pada tahun 2019, Facebook menjadikan fitur opt-in sebagai bagian dari keinginan baru Facebook untuk lebih fokus privasi.

Sumber: BBC

Sumber Foto: Liputan6

Similar Posts