FBI Tangkap Pria yang Berencana Meledakkan Data Centre Amazon

FBI Tangkap Pria yang Berencana Meledakkan Data Centre Amazon

Internet Sehat : Otoritas AS telah menangkap seorang pria yang diduga berencana untuk membom pusat data Amazon yang dia yakini akan mematikan sekitar 70% dari internet dunia.

Seth Aaron Pendley, 28, ditangkap setelah menerima alat peledak tak berguna dari agen FBI yang menyamar. Ia didakwa melakukan upaya jahat untuk menghancurkan bangunan dengan bahan peledak.

Pendley menarik perhatian FBI setelah seseorang melaporkan postingan online-nya. Jika terbukti bersalah, Pendley bisa menghadapi hukuman 20 tahun penjara.

Menurut penyelidik, tujuan utama Pendley adalah merusak jaringan server web Amazon. Dia percaya bahwa ada 24 bangunan yang menjalankan 70% dari internet (dunia) termasuk layanan yang digunakan oleh CIA dan FBI. Menurutnya, merusak banguanan tersebut akan membuat frustrasi oligarki atau sekelompok kecil elit yang berkuasa di Amerika Serikat.

Amazon Web Services (AWS) memang memainkan peran yang sangat penting dalam internet modern, meng-hosting dan memproses informasi di balik banyak situs dan layanan online populer. Pemadaman yang disebabkan oleh masalah di satu pusat cenderung membuat layanan offline paling lama beberapa jam, dan seringkali untuk sejumlah orang atau situs tertentu.

Seorang juru bicara Amazon berkata bahwa mereka ingin berterima kasih kepada FBI atas pekerjaan mereka dalam penyelidikan tersebut. Amazon menangani keselamatan dan keamanan data staf dan pelanggan dengan sangat serius, dan terus-menerus meninjau berbagai vektor untuk setiap potensi ancaman.

Pendley ikut hadiri Capitol Riots tanggal 6 Januari dengan berkendara dari Texas ke Washington DC. Penyelidik mengatakan dia memberi tahu teman-temannya bahwa dia membawa senapan serbu, tetapi meninggalkannya di mobilnya dan juga bahwa meskipun dia mencapai jendela gedung Capitol, dia tidak memasukinya. Dua hari setelah peristiwa tersebut seorang warga negara yang peduli melaporkan posting Pendley di situs milisi ke FBI.

Sumber : BBC

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.