Literasi Digital

Google Rilis Aplikasi Pintar untuk Mengurangi Waktu Penggunaan Smartphone

Apa yang dirasakan pengguna smartphone jika wallpaper ponsel  menampilkan penghitungan berapa kali  kunci perangkat dibuka setiap hari? Malu? Acuh tak acuh? Jika pengguna memiliki ponsel Android, Google sekarang memberikan opsi tersebut plus inisiatif baru lainnya yang merupakan bagian dari upaya Digital Wellbeing yang sedang gencar dikampanyekan Google.

Google baru saja merilis beberapa eksperimen Digital Wellbeing baru di Play Store. Pertama adalah Unlock Clock. Unlock Clok membantu pengguna mempertimbangkan penggunaan teknologi (smartphone) dengan menghitung dan menampilkan berapa kali pengguna membuka kunci ponsel dalam sehari. Setelah diinstal, pengguna dapat menemukan Unlock Clock di dalam aplikasi Wallpaper Google dan bisa diatur sebagai live wallpaper.

Eksperimen lain, Post Box adalah eksperimen terkait notifikasi. Post Box memungkinkan pengguna memilih waktu (atau beberapa kali sepanjang hari) pengguna ingin mengambil semua notifikasi sekaligus. Pengguna dapat memilih hanya sekali sehari atau hingga empat kali pengiriman notifikasi. Ada juga opsi “I need to see my notifications now” yang dapat dipilih kapan saja jika khawatir melewatkan sesuatu yang penting.

Selanjutnya adalah Morph, yang merupakan launcher Android yang menunjukkan berbagai aplikasi berdasarkan waktu atau lokasi. Pengguna dapat mengatur lingkungan yang jelas seperti kantor atau rumah, tetapi contoh yang diberikan Google juga menunjukkan situasi seperti liburan di mana pengguna mungkin ingin meminimalkan waktu aplikasi dan lebih banyak hadir bersama orang lain.

Bicara soal waktu dengan orang lain, Google merilis eksperimen Digital Wellbeing baru bernama We Flip. Jika semua orang memasang aplikasi di ponsel mereka, semua orang dapat bergabung dalam sesi yang sama dan flip a switch dan mulai menghitung jumlah waktu yang digunakan grup tanpa ada orang yang membuka kunci telepon mereka. Ini jelas dimaksudkan untuk waktu keluarga dan teman di mana orang ingin membuat upaya sadar untuk mengambil istirahat dari teknologi.

Eksperimen Digital Wellbeing baru yang terakhir disebut Desert Island. Sesuai namanya, Desert Island dimaksudkan untuk membantu fokus hanya pada aplikasi-aplikasi penting yang di butuhkan untuk tugas tertentu atau pada hari tertentu. Pengguna bisa memilih aplikasi-aplikasi penting, maksimal tujuh dan kemudian memulai tantangan 24 jam untuk melihat apakah dapat tetap menggunakan hanya beberapa aplikasi tersebut saja dan tidak ada aplikasi yang lain.

Google mendorong pengembang untuk mengambil inspirasi dari contoh-contoh awal ini dan membuat eksperimen Digital Wellbeing mereka sendiri menggunakan Hack Pack dan berbagai API.  Menurut Google, semakin banyak orang yang terlibat, semakin banyak yang dapat  dipelajari tentang membangun teknologi yang lebih baik untuk semua orang.

Sumber: The Verge

Sumber Foto: Getty Images

Similar Posts