Literasi Digital

Google Umumkan Mesin Pencari Alternatif untuk Android di Uni Eropa

Google telah mengumumkan hasil proses lelang untuk menemukan mesin pencari alternatif untuk pengguna Android di Uni Eropa. Mesin pencari alternatif tersebut nantinya dimasukkan dalam daftar yang berisi empat mesin pencari sehingga pengguna bisa memilih yang mereka inginkan sebagai mesin pencari default.

Perubahan tersebut dituntut oleh Komisi Eropa yang mendapati Google menyalahgunakan monopolinya dengan mengikat ponsel dan tablet yang diberdayakan Android ke dalam mesin pencari miliknya sendiri, yaitu Chrome.

Google juga mengeluarkan uang sebesar  5 miliar dollar AS sebagai pembayaran dari denda yang dikenakan oleh Komisi Eropa. Mulai Maret, 2020 ini pengguna Android baru di Uni Eropa akan diberi pilihan empat mesin pencari untuk digunakan sebagai default di ponsel dan tablet mereka.

DuckDuckGo akan menjadi alternatif yang paling sering ditawarkan, sedangkan Microsoft Bing akan ditawarkan sebagai alternatif di Inggris saja. Namun, tentu saja Google akan selalu ada dalam daftar. Mesin pencari lain yang sekarang akan muncul kepada pengguna termasuk GMX, Info.com, Qwant, Yandex dan PrivacyWall.

Mesin pencari yang ditawarkan akan berbeda-beda untuk setiap negara Uni Eropa, tetapi prosesnya sama, dengan setiap mesin pencari saingan memberi tahu Google berapa banyak yang mau dibayar. Tiga penawar tertinggi kemudian ditampilkan kepada pengguna. Lelang tersebut akan diulang setiap empat bulan.

Ketika diumumkan, beberapa saingan Google menggambarkan sistem tersebut sebagai penyalahgunaan posisi dominan Google. Mesin pencari Ecosia, yang menggunakan keuntungannya untuk menanam pohon di area penggundulan hutan, mengatakan kepada BBC News bahwa mereka telah memboikot proses itu sama sekali.

Sumber: BBC

Similar Posts