Literasi Digital

Grubhub Tambahkan Daftar Restoran Tanpa Izin

Layanan pengiriman makanan online Grubhub membela praktik menambah restoran ke platformnya tanpa meminta izin mereka terlebih dahulu. Aplikasi takeaway asal Amerika Serikat tersebut mengadopsi praktik ini beberapa bulan yang lalu di kota-kota di seluruh AS. Namun, beberapa restoran yang tidak menawarkan takeaways kesal karena mereka tidak dikonsultasikan sebelumnya.

Seorang juru bicara Grubhub mengatakan bahwa restoran mendapatkan pesanan lebih banyak ketika mereka ada di Grubhub. Menurutnya, Grubhub akan menambahkan restoran ke platform-nya ketika melihat permintaan makan malam lokal untuk pengiriman sehingga restoran dapat menerima lebih banyak pesanan dan pendapatan dari pengiriman yang diselesaikan oleh pengemudi Grubhub. Grubhub berupaya menyediakan menu dan jam yang akurat untuk restoran-restoran ini berdasarkan informasi online yang tersedia.

Perusahaan itu menambahkan bahwa perusahaan pengiriman makanan lainnya melakukan hal yang sama di AS. UberEats mengatakan bahwa mereka tidak melakukan praktik tersebut di Inggris dan begitu pula perusahaan Deliveroo yang berbasis di Inggris.

Setiap restoran yang tidak ingin berada di platform Grubhub harus menghubungi perusahaan dan memilih keluar. Grubhub memberi tahu para pemegang sahamnya tentang langkah tersebut dalam sebuah surat Oktober lalu.

Pim Techamuanvivit yang memiliki sebuah restoran Thailand di San Francisco, menuduh platform Grubhub dan para pesaingnya menipu restoran dan pelanggan mereka. Dia menemukan bahwa Grubhub, Seamless, dan Yelp semuanya mendaftarkan restorannya di platform mereka tanpa bertanya terlebih dahulu.

Perilaku semacam ini telah dilaporkan sebelumnya. Perusahaan saingan Grubhub, DoorDash membuat marah restoran di Melbourne pada bulan Oktober tahun lalu ketika menambahkan restoran tanpa sepengetahuan mereka.

Sumber: BBC

Similar Posts