Literasi Digital

Grup Instagram Cabul Remaja India Sebabkan Kemarahan

Polisi India telah menahan seorang bocah laki-laki berusia 15 tahun karena berpartisipasi dalam obrolan grup Instagram yang berbagi gambar gadis-gadis di bawah umur dan membuat komentar cabul tentang mereka. Grup tersebut disebut Bois Locker Room dan diyakini terdiri dari anak-anak sekolah di ibukota, Delhi.

Cuplikan layar obrolan di grup telah dibagikan secara luas di media sosial. Insiden itu telah menyebabkan kemarahan di Delhi, yang sudah dianggap sebagai salah satu kota paling aman di India untuk wanita.

Beberapa pengguna Instagram yang telah mengetahui keberadaannya mulai memposting tentang grup dan memanggil anggota atas perilaku mereka. Ternyata para anggota berbagi foto teman sekelas mereka dan gadis-gadis di bawah umur lainnya tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka bersamaan dengan komentar kasar, mulai dari mempermalukan tubuh hingga lelucon tentang kekerasan seksual dan pemerkosaan. Screenshot mulai dibagikan secara luas di WhatsApp serta Twitter dan platform media sosial lainnya.

Shubham Singh, seorang ahli dunia maya yang bekerja erat dengan penegak hukum dan merupakan salah satu orang pertama yang mulai menyelidiki kelompok itu, telah memperingatkan bahwa banyak dari tangkapan layar ini terlihat diedit. Dia menambahkan bahwa tampaknya ada campuran gambar dari grup ini dan beberapa grup serupa yang ada di platform media sosial lain seperti Snapchat.

Komisi Wanita Delhi (DCW) telah meminta penyelidikan ke dalam kelompok itu. DCW mengeluarkan arahan kepada polisi Delhi untuk mengajukan kasus terhadap para pelaku dan menyerahkan laporan yang merinci tindakan apa yang telah diambil sejauh ini.

Polisi mengatakan mereka memulai penyelidikan setelah mengetahui masalah ini, tetapi mengatakan kepada media setempat bahwa sebuah sekolah juga telah mengajukan pengaduan pidana atas kasus yang sama. Mereka kemungkinan akan membawa lebih banyak anggota kelompok ke tahanan segera.

Sementara itu DCW juga telah mengeluarkan pemberitahuan kepada Instagram, menanyakan detail dan alamat IP semua anggota grup, dan meminta situs media sosial untuk merinci tindakan apa yang telah diambil untuk menangani situasi tersebut. Sejauh ini Instagram belum mengomentari masalah ini.

Pawan Duggal, ketua Komisi Internasional Hukum Keamanan Siber, mengatakan bahwa perusahaan media sosial harus bertanggung jawab. Instagram tidak dapat mengatakan mereka tidak tahu hal ini sedang terjadi. Mereka harus menyisihkan konten seperti itu secara sukarela. Polisi dapat mengejar mereka jika mereka gagal.

Sumber: BBC

Similar Posts