Literasi Digital

Influencer Instagram Dihukum 14 Tahun

Seorang influencer media sosial Instagram telah dijatuhi hukuman 14 tahun di penjara federal karena membuat skema untuk memaksa orang asing agar menyerahkan nama domain web.

Influencer tersebut Rossi Lorathio Adams II menggunakan nama Polo dan dia menjalankan serangkaian akun di Instagram dan platform lainnya yang dikenal sebagai State Snaps saat ini masih kuliah di Iowa State University. Akun-akun itu, yang mulai dioperasikan Adams sekitar tahun 2015, biasanya melibatkan penggambaran perilaku berisiko atau eksplisit secara seksual, yang sering kali menampilkan gadis-gadis kampus. Menurut The Washington Post, satu akun yang dijalankan Adams di Instagram telah mengumpulkan 1,5 juta pengikut.

Namun, Adams menjadi semakin frustrasi karena dia tidak memiliki domain doitforstate.com, yang merupakan referensi ke tagar populer #DoItForState di media sosial yang sering digunakan influencer dalam komentar dan keterangan untuk memanggil jenis perilaku yang nantinya akan dia posting  kepada jutaan penggemar online. Nama domain yang membawa slogan Adams sebenarnya dimiliki oleh  Ethan Deyo, yang sebelumnya tidak memiliki afiliasi dengan Adams.

Adams berusaha untuk membeli nama domain tersebut selama dua tahun, tetapi akhirnya gagal karena Deyo awalnya tidak punya niat untuk menjualnya. Pada satu saat, Deyo menawarkan untuk menjual nama itu kepada Adams seharga 20.000 dollar AS, tetapi Adams merasa jumlahnya terlalu tinggi. Alih-alih menyerah dalam upayanya untuk memiliki doitforstate.com, Adams beralih ke intimidasi. Dia mengirim emoji pistol ke salah satu teman Deyo melalui teks, dan juga pada satu titik muncul di rumah pria itu.

Akhirnya, pada musim panas 2017, Adams memutuskan untuk mencoba intimidasi secara langsung yang lebih keras. Dia mempekerjakan sepupunya, penjahat terpidana bernama Sherman Hopkins, Jr. yang kemudian tinggal di tempat penampungan tunawisma, untuk mendobrak masuk ke rumah Deyo dan mengancamnya dengan todongan senjata agar mau menyerahkan nama domain tersebut. Hopkins akhirnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setelah mengaku bersalah pada tahun 2017.

Sumber: The Verge

Similar Posts