Literasi Digital

Insiden Cabul, Guru di Singapura Tak Lagi Pakai Zoom

Singapura secara resmi telah menangguhkan penggunaan alat konferensi video Zoom oleh gurunya, setelah insiden yang sangat serius selama pelajaran berbasis rumah.

Singapura menutup sekolah pada hari Rabu minggu lalu sebagai tanggapan terhadap meningkatnya jumlah kasus virus corona. Tetapi seorang ibu mengatakan kepada media lokal bahwa, selama pelajaran geografi putrinya, gambar-gambar cabul muncul di layar, sebelum dua pria meminta anak perempuan untuk melakukan flash.

Zoom mengatakan bahwa perusahaan sangat menyesal dengan adanya insiden itu. Zoom baru-baru ini mengubah pengaturan default untuk pembelajaran berbasis rumah dan mengeluarkan panduan bagi guru untuk mengamankan ruang kelas virtual mereka.

Orangtua dari siswa mengatakan kepada media setempat bahwa insiden itu terjadi di kelas geografi untuk murid sekolah menengah pertama. Sekitar 39 anak berada di kelas ketika aliran diretas, sebelum dua pria Kaukasia muncul dan berkomentar cabul. Kelas online tersege segera dihentikan.

Menurut salah seorang orangtua, pembelajaran berbasis rumah seharusnya menjadi tempat yang aman. Ia mengerti bahwa hal tersebut sulit dikelola, tetapi sebagai orangtua ia merasa sangat prihatin.

Tidak diketahui bagaimana peretas memperoleh akses. Rapat online zoom memiliki sembilan digit ID dan secara teori, dapat digabungkan oleh pengguna mana pun jika tidak dilindungi oleh penyelenggara.

Aaron Loh dari divisi teknologi pendidikan pemerintah Singapura mengatakan bahwa insiden tersebut yang sangat serius. Kementerian Pendidikan saat ini sedang menyelidiki pelanggaran dan akan mengajukan laporan polisi jika diperlukan.

Sumber: BBC

Similar Posts