Literasi Digital

Konspirasi Media Sosial Salahkan Internet 5G Penyebab Virus Corona

Teori konspirasi menginfeksi YouTube dan Facebook dengan teori palsu bahwa internet mobile 5G bertanggung jawab atas coronavirus.

Satu grup anti-5G Facebook terkemuka telah berbagi sejumlah posting yang salah, mengklaim 5G adalah penyebab di balik virus yang telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang di seluruh dunia. Penciptanya teori tersebut adalah Peneliti UFO Belanda John Kuhles.

Video yang dimaksud Kuhles berada di halaman YouTube dari seorang ahli teori konspirasi bernama Dana Ashlie. Di dalamnya, ia selama hampir satu jam mengutarakan tentang bahaya 5G dan bagaimana itu tidak hanya masuk akal, tetapi mungkin, bahwa peluncuran 5G Wuhan menyebabkan penyakit dengan gejala keracunan radiasi.

Ashlie mengaku menerima pesan langsung dari Tuhan sehingga tidak diperlukan lagi kredensial. Menurut halaman Patreonnya, ia menyatakan bahwa Tuhan dengan murah hati membagikan kepadanya mimpi dan penglihatan tentang segera berlangsungnya kiamat.  

Teori-teori berpusat pada dua poin utama. Teori pertama adalah bahwa Wuhan adalah kota pertama di China yang meluncurkan 5G. Ia juga percaya bahwa coronavirus berasal dari Wuhan. Poin pembicaraan kedua adalah bahwa 5G merusak sistem kekebalan tubuh, membuat individu yang mengalami gangguan kekebalan tubuh sangat rentan terhadap penyakit dan sistem kekebalan tubuh yang terkompromikan, dalam hal ini, akan berarti siapa saja yang terpapar 5G. Tetapi tidak ada bukti untuk mendukung klaim bahwa 5G melemahkan sistem kekebalan tubuh. Faktanya, hanya ada sedikit bukti untuk mendukung klaim bahwa 5G memengaruhi kesehatan manusia.

Facebook telah berbuat banyak untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah. Facebook telah berjanji untuk memperlambat penyebaran informasi yang salah dengan melabeli kisah-kisah yang salah seperti ini dan mengarahkan pengguna ke informasi yang lebih otoritatif. Sampai pagi ini, hanya segelintir posting ini yang berisi label seperti itu. Di YouTube, yang secara rutin menjadi tempat untuk jenis-jenis konspirasi ini, video-video tersebut terus mengumpulkan ratusan ribu penayangan.

Sumber: The Next Web

Similar Posts