Layanan Web Hosting Dicabut, Parler Gugat Amazon

Layanan Web Hosting Dicabut, Parler Gugat Amazon

Internet Sehat : Setelah dukungan layanan web hosting-nya diputus oleh Amazon, Parler membalas dengan menggugat raksasa teknologi tersebut dengan menuduhnya melanggar undang-undang anti-trust.

Selama ini Parler telah bergantung pada layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) untuk menghadirkan layanan Parler sebagai alternatif untuk Twitter. Platform itu populer di kalangan pendukung Donald Trump, meskipun presiden AS tersebut bukan pengguna Parler.

Amazon mengambil tindakan tersebut setelah menemukan lusinan postingan di layanan yang dikatakan mendorong kekerasan. Sebagai tanggapan, platform tersebut telah meminta hakim federal untuk memerintahkan Amazon untuk memulihkannya.

Menurut Parler, keputusan AWS untuk secara efektif menghentikan akun Parler tampaknya dimotivasi oleh permusuhan politik. Keputusan tersebut juga tampaknya dirancang untuk mengurangi persaingan di pasar layanan mikroblogging untuk kepentingan Twitter.

Google dan Apple telah menghapus Parler dari toko aplikasi mereka menjelang akhir minggu lalu dengan mengatakan mereka gagal memenuhi persyaratan moderasi konten. Namun, akun tersebut masih dapat diakses melalui web meskipun pengunjung mengeluh karena tidak dapat membuat akun baru.

Parler telah online sejak 2018 dan mungkin kembali jika dapat menemukan host alternatif. Namun, kepala eksekutif Parler John Matze mengatakan bahwa setiap vendor dari layanan pesan teks hingga penyedia email hingga pengacara mereka semuanya ikut meninggalkan Parler.

Menurutnya, Parler akan mencoba yang terbaik untuk kembali online secepat mungkin, tetapi tampaknya akan mengalami banyak masalah karena setiap vendor yang diajak bicara mengatakan mereka tidak akan bekerja dengan Parler karena jika Apple dan Google tidak menyetujuinya, mereka pun tidak akan menyetujui (untuk memberikan layanan kepada Parler).

Langkah AWS adalah yang terbaru dari serangkaian tindakan yang memengaruhi media sosial setelah kerusuhan di Capitol Hill minggu lalu. Facebook dan Twitter juga telah melarang akun Presiden Trump di platform mereka, dengan alasan kekhawatiran bahwa mungkin akan memicu kekerasan lebih lanjut.

Pengguna Parler termasuk Senator Republik Ted Cruz, yang telah memimpin upaya di Senat untuk menunda sertifikasi kemenangan Joe Biden. Dia memiliki sekitar lima juta pengikut di platform Parler, lebih banyak daripada di Twitter.

Namun, Amazon mengatakan kepada Parler bahwa mereka telah melihat peningkatan yang stabil dalam konten kekerasan ini di situs web Parler yang semuanya melanggar persyaratan Amazon dan menambahkan bahwa mereka tidak percaya administrator platform memiliki proses efektif yang dapat mengatasi masalah tersebut.

Contoh yang diberikan Amazon termasuk posting yang menyerukan pembunuhan Demokrat, Muslim, pemimpin Black Lives Matter, dan jurnalis media arus utama.

Sumber : BBC

Sumber Foto : BBC

Belajar Privasi di Galeri Privasi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.