Literasi Keuangan Digital Wajib Dikuasi Anak Muda

Di era sekarang ini Literasi Digital juga harus dikembangkan menjadi Literasi Keuangan Digital, karena banyak aktivitas keuangan saat yang bergeser ke dunia digital, pun kejahatan keuangan memanfaatkan teknologi ini

banyumurti

Literasi keuangan digital ini menjadi salah satu hal yang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjalankan edukasi kepada masyarakat, khususnya pada Bulan Inklusi Keuangan yang tengah berjalan di bulan Oktober 2022 ini. Hal tersebut yang membuat Prestasi Junior Indonesia, menekankan literasi keuangan digital ini pada saat peluncuran Kaum Muda Cerdas Digital (KUCERDIG), pada tanggal 11 Oktober 2022 lalu, dengan mengambil tempat di SMK Wikrama Bogor. Deputi Direktur Literasi dan Informasi OJK, Yulianta, menegaskan pentingnya penguasaan literasi digital dan literasi keuangan digital, khususnya bagi anak muda. “Anak muda harus paham bagaimana bertransaksi keuangan secara aman di dunia digital, termasuk jika ingin berinvestasi. Jangan sampai kita terjebak dalam investasi bodong, pinjol ilegal atau bentuk penipuan digital lainnya, yang marak di internet, khususnya dengan menggunakan metode soceng (social engineering). Selalu ingat 2L saat berinvestasi menggunakan dunia digital: Legal dan Logis”, kata Yulianta.

Maya Kamdani, Direktur BNP Paribas Asset Management, yang juga menjadi narasumber menegaskan kembali pentingnya  edukasi literasi keuangan dan investasi, khususnya yang ditujukan kepada anak muda sebagai “The Future Makers”, sehingga mereka dapat menentukan masa depan yang lebih baik. “Melalui akun media sosial yang kami kelola, kami mencoba melakukan edukasi literasi keuangan digital ini dalam bentuk video edukasi, IG Live, podcast, artikel dan sebagainya, salah satunya melalui akun Instagram @bnppam_id 

Sementara itu, Indriyatno Banyumurti, Direktur Eksekutif ICT Watch, pada kesempatan pertama menyampaikan pentingnya literasi digital dan menjaga keamanan digital. Literasi Digital menjadi salah satu prasyarat ketika orang akan menggunakan teknologi digital. Ada 4 Pilar Literasi Digital yang ditetapkan oleh Kementerian Kominfo di tahun 2021: Cakap – Aman – Budaya – Etis (CABE) Bermedia Digital. “Saat ini, beragam jenis modus phishing dan scamming banyak bermunculan, salah satunya adalah dengan impersonasi, berpura-pura menjadi orang atau institusi tertentu, termasuk menjadi institusi perbankan. Mereka berusaha menipu orang atau nasabah, yang tujuannya untuk mendapatkan akses ke akun m-banking dan mengeruk saldo dari korbannya”, ujar Indriyatno.

Iin Mulyani, Kepala Sekolah SMK Wikrama Bogor, sangat mengapresiasi kegiatan ini karena edukasi literasi digital sangat dibutuhkan oleh anak muda, termasuk siswa-siswi SMK Wikrama. “Kami membuka pintu kerjasama seluas-luasnya bagi para pihak yang ingin membantu kami untuk dapat meningkatkan kapasitas siswa didik kami, termasuk dalam hal literasi digital”, demikian disampaikan Iin pada saat membuka kegiatan ini.

Untuk membantu masyarakat menguasai literasi keuangan digital, OJK telah meluncurkan Learning Management System (LMS) yang dapat diikuti di https://lmsku.ojk.go.id untuk bisa mengakses kelas gratis untuk edukasi keuangan, Selain itu edukasi ini juga dijalankan melalui konten-konten di akun Instagram @sikapiuangmu.

ICT Watch pun turut membantu akses pengetahuan bagi masyarakat melalui beragam konten dan tools tentang literasi keuangan digital yang dapat diakses di http://s.id/keuangandigital