Pembekalan Literasi Digital buat 1000 Mahasiswa KKN UNIMA

Bagaimana menerangkan kepada masyarakat bahwa hoaks berbahaya? Apakah tujuan utama dari penyebar hoaks? Bagaimana perlindungan data terhadap data kita yang terlanjut tersebar? Bagaimana kita bisa mengedukasi masyarakat tentang 4 pilar literasi digital buat masyarakat di daerah yang belum tersentuh internet?

banyumurti.my.id

Pertanyaan di atas terungkap pada saat kegiatan Pembekalan Literasi Digital bagi Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Pandu Digital – Direktorat Pemberdayaan Informatika, Kemkominfo dengan Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano pada tanggal 19 September 2022. Literasi Digital dapat menjadi salah satu bekal bagi pengabdian mahasiswa buat masyarakat di daerah KKN. Isu hoaks dan privasi atau keamanan digital menjadi salah satu materi yang disampaikan pada kegiatan yang dihadiri sekitar 1000 mahasiswa KKN UNIMA ini.

Pada kesempatan pertama, Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch, menyampaikan pengantar tentang Literasi Digital. Penggunaan internet yang masif di Indonesia seharusnya dibarengi dengan kemampuan literasi digital bagi penggunanya, karena tidak hanya mampu menggunakan teknologi ini, tapi juga harus cerdas dan bijak dalam penggunaannya. Oleh karena itu, Kemkominfo telah meluncurkan 4 Pilar Literasi Digital sebagai panduan dalam edukasi literasi digital. Keempat pilar tersebut adalah Cakap Bermedia Digital, Aman Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital dan Etis Bermedia Digital (disingkat CABE). Salah satu isu di literasi digital yang marak adalah Hoaks. Beberapa waktu lalu bisa kita lihat adanya hambatan penanganan pandemi COVID-19 gara-gara hoaks ini. Dan sebentar lagi kita akan menghadapi tahun politik, dengan adanya Pemilu di 2024. Ini juga menjadi tantangan bagi warganet untuk bisa semakin berpikir kritas agar tidak terjebak dalam informasi yang menyesatkan di era pasca kebenaran (post-truth era)

Di bagian kedua, Donny BU, Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Tata Kelola dan Budaya Digital, menyampaikan materi terkait Rekam Jejak Digital, yang terkait dengan Privasi dan Keamanan Digital. Selain memperlihatkan ancaman keamanan digital yang muncul, pada sesi ini Donny juga mengajak peserta untuk dapat mempraktikkan beberapa langkah untuk meningkatkan keamanan digitalnya, melalui tools yang tersedia di situs s.id/jagaprivasi

Di bagian terakhir, ada Aidil Wicaksono dari Kaizen Room yang lebih berbicara implementasi komunikasi dan literasi digital pada program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Aidil memberikan beberapa kiat-kiat bagi mahasiswa KKN ini ketika berada di tengah masyakarat, termasuk manfaat yang dapat diambil pada kegiatan KKN.

Beragam pertanyaan muncul di sesi tanya jawab, mulai terkait literasi digital secara umum, hoaks, privasi, perlindungan data pribadi sampai terkait bagaimana kiat-kiat untuk menghadapi masyarakat saat KKN. Seperti yang disampaikan DR. Rymond Rumampuk (Ketua LPPM UNIMA), pada saat pembukaan, mahasiswa yang terjun ke masyarakat harus dibekali oleh satu hal baru yaitu literasi digital, karena beliau percaya, bahwa literasi digital adalah salah satu topik edukasi yang dapat disampaikan oleh mahasiswa kepada masyarakat saat menjalankan KKN.

Materi Literasi Digital dari Indriyatno Banyumurti dapat diunduh di sini:

Materi Privasi dan Keamanan Digital dari Donny BU dapat diunduh di sini