Literasi Digital

Pemilu AS 2020: Twitter Hapus Akun Iran yang Menganggu Debat Capres

Internet Sehat : Twitter mengatakan telah menghapus hampir 130 akun yang terkait dengan Iran yang berusaha untuk mengganggu percakapan publik selama debat presiden AS. Twitter mengatakan bahwa mereka telah mengetahui akun-akun tersebut yang tampaknya berasal dari Iran sebagai hasil dari intelijen yang diberikan oleh otoritas AS.

Twitter sejauh ini hanya menyediakan empat sampel konten yang diposting oleh akun-akun ini selama debat. Dua dari akun tersebut memiliki nama pengguna yang secara terbuka mendukung Presiden Trump. Salah satu akun dengan username @JackQanon yang secara langsung merujuk pada teori konspirasi QAnon yang tidak berdasar yang percaya Donald Trump secara diam-diam sedang berjuang melawan jaringan deep state dari para elit pemuja Setan.

Akun lain yang melakukan tweet tentang presiden yang mengatakan bahwa pelarangan kelompok Proud Boys tidak boleh dilakukan dan tetap dibiarkan seperti adanya. The Proud Boys adalah kelompok anti-imigran yang semuanya laki-laki dengan sejarah kekerasan jalanan terhadap lawan-lawannya.

Dua akun lainnya pro-Biden yang salah satunya mempertanyakan apakah moderator debat Fox News, Chris Wallace, tidak memihak. Twitter mengatakan telah bertindak lebih awal untuk menghapus akun tersebut dan mereka memiliki keterlibatan yang sangat rendah dan tidak berdampak pada percakapan publik.

Pada bulan Agustus, direktur Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional William Evanina memperingatkan China, Rusia dan Iran berusaha memengaruhi pemilihan presiden. Iran berusaha untuk merongrong institusi demokrasi AS dan memecah belah negara dengan menyebarkan disinformasi dan konten anti-AS secara online.

Twitter mengatakan akan mempublikasikan rincian lebih lanjut tentang akun dan konten mereka setelah menyelesaikan penyelidikannya.

Sumber : BBC

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.