Literasi Digital

Prancis Beri Waktu Satu Jam untuk Menghapus Konten Teroris

Internet Sehat: Media sosial dan situs web lain hanya memiliki satu jam untuk menghapus konten yang menyinggung di bawah undang-undang baru yang disahkan oleh parlemen Prancis. Batas waktu satu jam tersebut berlaku untuk konten yang dianggap otoritas Prancis terkait dengan terorisme atau pelecehan seksual anak.

Jika perusahaan media sosial dan situs web gagal bertindak dapat mengakibatkan denda hingga 4% dari pendapatan global yang jumlahnya bisa mencapai miliaran euro untuk perusahaan online terbesar. Tetapi para kritikus mengatakan undang-undang baru itu bisa membatasi kebebasan berekspresi.

Aturan baru berlaku untuk semua situs web, baik besar maupun kecil. Tetapi ada kekhawatiran bahwa hanya raksasa internet seperti Facebook dan Google yang benar-benar memiliki sumber daya untuk menghapus konten secepat yang diperlukan.

Kelompok hak digital La Quadrature du Net mengatakan persyaratan untuk menghapus konten yang dianggap polisi sebagai terorisme hanya dalam satu jam tidak praktis. Juru bicara kelompok tersebut mengatakan bahwa kecuali perusahaan besar, tidak ada yang mampu memiliki waktu 24/7 untuk menghapus konten saat diminta. 

Namun tentu saja undang-undang baru ini bisa berakibat membatasi kebebasan berekspresi di internet. 

Sumber: BBC

Ikuti terus berita sekitar privasi dan perlindungan data serta berita menarik lainnya di situs Internet Sehat.

Similar Posts