Prankster Bajak Smart Device Tayangkan Insiden Swatting

Prankster Bajak Smart Device Tayangkan Insiden Swatting

Internet Sehat. Ada-ada saja ulah orang iseng atau prankster. Kali ini mereka membajak smart device kemudian menayangkan insiden swatting. Insiden swatting (berasal dari kata SWATT, pasukan khusus kepolisian) merupakan insiden penggerebekan palsu di mana di lokasi tertentu tak ada emergency, namun pelaku melaporkan insiden sehingga bisa mengundang datangnya tim SWATT.

Biro Investigasi Federal AS atau FBI mengatakan orang-orang iseng membajak perangkat pintar yang diamankan dengan standar keamanan lemah untuk menayangkan langsung insiden swatting.

Dalam pengumuman layanan publik FBI mengatakan bahwa baru-baru ini, para pelanggar telah menggunakan perangkat pintar korban, termasuk perangkat video dan audio yang dapat memantau rumah, untuk melakukan serangan swatting.

Para pejabat mengatakan orang iseng mengambil alih perangkat di mana pemilik membuat akun, tetapi menggunakan kredensial yang sebelumnya telah bocor secara online selama pelanggaran data di perusahaan lain. Pranksters kemudian menelepon penegak hukum dan melaporkan kejahatan palsu di kediaman korban.

Saat penegakan hukum menanggapi laporan tersebut, pelaku menyaksikan rekaman siaran langsung dan terlibat dengan polisi yang merespons melalui kamera dan pengeras suara. Dalam beberapa kasus, pelaku juga menyiarkan langsung insiden tersebut di platform komunitas online.

Jenis insiden ini, yang disebut swatting, telah meningkat di seluruh AS dalam beberapa tahun terakhir dan bahkan mengakibatkan kematian orang melalui penembakan yang tidak disengaja.

Kasus pertama yang diketahui dari insiden swatting sedang disiarkan langsung secara online sejak pertengahan 2010-an. Perbedaan antara apa yang dilaporkan FBI sekarang dan insiden awal itu adalah perangkat tidak sedang diretas.

Banyak dari panggilan swatting ini dilakukan melalui layanan online yang menyediakan kemampuan panggilan anonim, seperti bot Discord dan layanan dark web.

Untuk mengatasi kasus hack & swat yang meningkat ini, pejabat FBI mengatakan mereka sekarang bekerja dengan vendor perangkat untuk memberi tahu pelanggan tentang bagaimana mereka dapat memilih kata sandi yang lebih baik untuk perangkat mereka.

Selain itu, FBI mengatakan pihaknya juga berupaya untuk memberi tahu penegak hukum penanggap pertama tentang variasi swatting baru ini, sehingga mereka dapat merespons dengan baik.

Untuk pemilik perangkat, saran yang sama tetap berlaku, yaitu gunakan kata sandi yang kompleks dan unik untuk setiap akun online serta gunakan otentikasi dua faktor jika tersedia.

Sumber : ZDNet

Sumber Foto : VOX

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.