Literasi Digital

Provider Internet Hadapi Denda GDPR

Penyedia layanan internet Jerman menghadapi denda 9,6 juta euro atau sekitar  10,6 juta dollar AS setelah dituduh gagal melakukan pemeriksaan ID pelanggan yang cukup ketat. 

Pengawas perlindungan data Jerman mengatakan siapa pun yang menelepon 1 & 1 Telecom bisa mendapatkan informasi pribadi yang luas tentang orang lain hanya dengan memberikan nama dan tanggal lahir mereka. Penipu dapat dengan mudah mengumpulkan detail seperti itu dari jejaring sosial dan tempat lain di internet. 

Akan tetapi 1 & 1 Telecom menentang keputusan tersebut. Dikatakan pihaknya tidak menerima keputusan itu dan berniat menuntut otoritas.
Jumlah denda tersebut merupakan salah satu hukuman terbesar yang dikenakan berdasarkan GDPR (Peraturan Perlindungan Data Umum) Uni Eropa.

1 & 1 Telecom mengatakan denda itu benar-benar tidak proporsional karena regulator mendasarkan perhitungannya pada penjualan perusahaan yang lebih luas. Perusahaan juga mengatakan bahwa mereka  sedang dalam proses meluncurkan protokol keamanan baru yang akan melibatkan pelanggan harus memberikan kode PIN ketika mereka menelepon.

GDPR mulai berlaku pada Mei 2018 memberikan otoritas perlindungan data kekuatan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih besar dari sebelumnya. Dalam kasus yang paling serius, perusahaan dapat didenda hingga 20 juta euro atau 4% dari pendapatan tahunan mereka di seluruh dunia (mana yang lebih besar).

Sumber: BBC

Sumber Foto: The Telegraph

Similar Posts