SEA IGF 2021: School of Community Networks Supporting Community-LED Approaches to Address The Digital Divide Challenged in Indonesia

Internet Sehat : Hingga kini, pemerataan internet pada masyarakat pedesaan atau 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) masih menjadi sorotan. Diungkapkan oleh beberapa pembicara di forum Southeast Asia Internet Governance Forum 2021, apa saja tantangan akses internet di wilayahnya masing-masing.

Shalini dari Organisasi Janastu di Bangalore, India, menceritakan kondisi internet di Tumkur, selatan India dan bagaimana mereka mendapatkan akses internet di daerah yang cukup terpencil yang terpisahkan oleh hutan dan pegunungan. 

Pembangunan infrastruktur internet mendapatkan bantuan dari komunitas COWMesh (Community Owned Wireless Mesh), yang merupakan komunitas lokal penyedia layanan internet dan pengoperasian wifi dengan bujet rendah. Melalui kerjasama tersebut, akhirnya mereka mendapatkan koneksi internet melalui fiber optik.

Keberadaan internet di di Tumkur membuat anak-anak muda, khususnya kaum perempuan di Tumkur lebih berdaya. Mereka membuat media, salah satunya membuat perangkat radio komunitas. Mereka mengumpulkan cerita-cerita inspiratif untuk disiarkan melalui radio dan dipersembahkan kepada khalayak.

Sementara itu di Myanmar, penggunaan internet dilakukan untuk mendukung edukasi bagi pengungsi warga Myanmar. Di antaranya, rata-rata terdapat 300 perempuan pengungsi Myanmar yang memiliki keahlian tenun. Perempuan tangguh ini mampu menghidupi keluarganya, asalkan harus bekerja setiap hari. Di sinilah ada gap (kesenjangan) untuk mendapatkan akses internet, yaitu dengan peran mereka sebagai tulang punggung keluarga, tak terkecuali mereka tinggal di area pedesaan.

Michael Suantak dari ASORCOM (Alternative Solutions for Rural Communities) di Myanmar mengatakan, salah satu cara untuk memberdayakan pengungsi ini adalah dengan membuat radio lokal serta podcast. Sehingga mereka dapat tetap terkoneksi meskipun sedang menenun.

Selain melalui radio komunitas, mereka juga dapat mengetahui berita terkini dan mendapatkan edukasi. Michael yakin dengan cara sederhana dapat memberdayakan para perempuan menjadi entrepreneur sosial.

Sementara itu, dari Indonesia, Ressa Ria dari Common Room menuturkan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengentaskan kesenjangan internet di daerah pedesaan dan terpencil. Ia merasakan bahwa akses internet terasa terbatas di tengah pandemi COVID-19.

“Ini dilatarbelakangi awalnya, sejak pandemi COVID-19, internet menjadi alat yang sangat penting. Kita merasakan ada transisi kegiatan yang tadinya dilakukan secara tatap muka (luring) mulai berpindah ke ruang interaksi digital,” ucap Ressa.

Meskipun ia melihat penetrasi pertumbuhan internet di Indonesia cukup meningkat signifikan, tetapi masih saja ada daerah yang tidak mendapatkan akses internet yang merata. Memahami kesenjangan yang terjadi, program Internet Komunitas hadir guna pemerataan akses dan konektivitas internet di Indonesia.

Mengapa Internet Komunitas penting? Ini dikarenakan adanya peningkatan populasi dunia, kesenjangan antar wilayah di perkotaan dan pedesaan, permasalahan perubahan iklim, serta pandemi COVID-19. Hal-hal ini bisa menjadi tantangan terkait ketersediaan akses internet yang masih terbatas. Maka, diperlukan internet komunitas untuk mendukung keberlangsungan kegiatan secara daring.

Ressa juga mengungkapkan kesenjangan digital di daerah Jawa Barat, setidaknya 42.000 pelajar tidak mendapatkan layanan internet. Misalnya saja, di Cianjur bagian selatan Sukabumi selatan, dan Garut selatan, terdapat 1.300 titik blank spot yang menghambat akses internet. Sementara pelajar membutuhkan internet untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar.

Ia berharap dengan kehadiran Internet Komunitas yang diinisiasi Common Room dapat membantu daerah-daerah yang masih belum mendapatkan akses internet. Program ini dilakukan untuk membangun internet berbasis komunitas yang legal, aman, terjangkau, dan bermakna. 

Selain itu, Internet Komunitas juga mengusung prinsip 5L:

  • Low tech
  • Low energy
  • Low maintenance
  • Low learning curve
  • Local support

Komponen inti dari Internet Komunitas ini perlu memfokuskan brainware, software, dan hardware. Ressa mengakui, dalam pembangunan infrastruktur internet, konsep brainware seringkali terlupakan. Padahal brainware diperlukan, supaya masyarakat lokal dapat dilatih untuk menjaga infrastruktur internet, mengembangkan infrastruktur sehingga memiliki nilai yang lebih bermakna, termasuk pemanfaatannya. 

Walaupun program Internet Komunitas memiliki banyak tantangan, namun peluang kebutuhan masyarakat akan internet dan dukungan dari berbagai jaringan serta lembaga, diharapkan dapat mengisi kesenjangan digital.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.