Singapura Wajibkan TraceTogether di Ruang Publik bagi yang Berusia 7 Tahun ke Atas

Singapura Wajibkan TraceTogether di Ruang Publik bagi yang Berusia 7 Tahun ke Atas

Internet Sehat : Singapura adalah salah satu negara pertama yang memperkenalkan aplikasi pelacakan kontak, yang mulai dijalankan pada pertengahan Maret 2020. Pelacakan kontak TraceTogether yang dibuat pemerintah Singapura menggunakan Bluetooth untuk mendeteksi kedekatan pengguna lain, merekam interaksi tersebut dan mengizinkan kontak dengan pengguna jika mereka telah melakukan kontak dengan pembawa COVID-19. Singapura kemudian menambahkan token TraceTogether khusus yang melakukan pekerjaan yang sama, tetapi bagi mereka yang tidak atau lebih suka tidak menggunakan ponsel cerdas.

Pada Mei 2020 Singapura menambahkan sistem lain yang disebut SafeEntry yang mengharuskan bisnis untuk memeriksa pengunjung masuk dan keluar dari tempat mereka menggunakan ponsel cerdas dan kode QR mereka.

Mulai hari tanggal 17 Mei 2021, TraceTogether wajib ada di ruang publik bagi siapa pun yang berusia di atas tujuh tahun. Check-in kode QR masih memungkinkan karena TraceTogether menyertakan pembaca kode QR. Tapi Singapura telah memberikan Safe Entry Gateway (SEGW) Boxes yang memungkinkan check-in hanya dengan melambaikan smartphone atau token dan menunggu lampu hijau muncul.

Gateway disarankan lebih efisien dan aman untuk COVID-19, karena pengguna tidak perlu lagi memindai kode QR dan mengisi formulir. Kotak SEGW gratis dan disediakan oleh pemerintah, tetapi bisnis kecil tanpa kotak dapat mengunduh Safe Entry Business App yang memungkinkan ponsel cerdas mereka meniru kotak.

Situs web pemerintah Singapura menyatakan bahwa teknologinya menjaga privasi berdasarkan desain karena aplikasi dan token tidak menangkap GPS atau data geolokasi, data disimpan dalam format terenkripsi dan token tidak memiliki konektivitas Internet atau seluler.

Pelacakan kontak yang ekstensif bersama dengan pengujian COVID-19 sebagian besar telah berhasil mengendalikan pandemi di Singapura. Singapura akhirnya kembali ke keadaan operasi yang relatif normal dengan restoran yang buka, tetapi grup dibatasi hingga delapan orang.

Namun pada Mei 2021, varian mutasi baru telah muncul kembali dan cluster diidentifikasi di antara karyawan Bandara Changi dan petugas kesehatan di Rumah Sakit Tan Tock Seng, banyak di antaranya telah divaksinasi. Singapura memberlakukan peraturan yang lebih ketat dengan mengurangi jumlah orang dalam satu grup menjadi lima, kemudian dua, dengan restoran dan pusat kebugaran ditutup dan bekerja dari rumah diamanatkan sebagai default.

Kementerian Pendidikan Singapura mengumumkan penutupan sekolah untuk sekolah dasar, menengah, dan sekolah menengah pertama. Penutupan dimulai Rabu 19 Mei karena siswa bergeser kembali ke pembelajaran berbasis rumah penuh waktu.

Sumber : The Register

Sumber Foto : Trouw

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.