Literasi Digital

Twitch Digugat 2,1 miliar Pound

Perusahaan internet terbesar ketiga Rusia mengugat layanan streaming Twitch sebesar 2,1 miliar pound atas siaran bajakan pertandingan Liga Premier Inggris. Rambler Group menuduh hak siar eksklusifnya dilanggar oleh layanan lebih dari 36.000 kali antara Agustus dan November 2019.

Rambler Group juga berusaha untuk melarang platform milik Amazon di Rusia secara permanen. Pengacara Twitch menyebut kasus Rambler tidak berdasar. Rusia merupakan pengguna Twitch terbesar ketiga, yang memiliki lebih dari 15 juta pengguna aktif harian di seluruh dunia.

Syarat dan ketentuan layana Twitch menyatakan bahwa pengguna tidak dapat membagikan konten tanpa izin dari pemilik hak cipta, termasuk film, program televisi, dan pertandingan olahraga.

Pengacara Twitch, Julianna Tabastaeva mengatakan kepada situs berita berbahasa Rusia Kommersant bahwa Twitch hanya memberikan pengguna akses ke platform dan tidak dapat mengubah konten yang diposting oleh pengguna, atau melacak kemungkinan pelanggaran.

Dia menambahkan perusahaan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghilangkan pelanggaran, meskipun tidak menerima pemberitahuan resmi dari Rambler.

Pengadilan Kota Moskow akan mengadili kasus tersebut pada 20 Desember. Pengdilan telah memerintahkan penangguhan sementara streaming Liga Premier Inggris di Twitch sambil menunggu hasilnya.

Mikhail Gershkovich, kepala proyek olahraga Rambler Group mengatakan bahwa tuntutan mereka terhadap Twitch adalah untuk membela hak eksklusif  untuk menyiarkan pertandingan Liga Premier Inggris dan akan terus aktif memerangi siaran bajakan.

Rambler membeli hak distribusi digital eksklusif untuk Liga Primer Inggris pada 2019, selama tiga musim. Mereka mengadakan pembicaraan dengan Twitch dengan harapan mencapai kesepakatan penyelesaian.

Sumber: BBC

Sumber Foto : Amazon

Similar Posts