Literasi Digital

Twitter Uji Coba Label dan Koreksi Misleading Tweet

Pemilu 2016 adalah momen penting bagi penyebaran informasi yang salah secara online sehingga jejaring sosial telah mengeksplorasi ide-ide untuk mencegah hal yang sama terjadi lagi pada tahun 2020. Twitter khususnya melakukan uji coba terbaru, yaitu memberi label tweet sangat menyesatkan yang dilakukan oleh para politisi.

Dengan fitur baru tersebut tweet yang menyesatkan akan diberi label dengan peringatan warna oranye terang. Tweet dari pemeriksa fakta dan jurnal yang terverifikasi kemudian ditampilkan di bawah tweet berlabel. Mungkin juga Twitter akan menyertakan koreksi dari pengguna lain yang berpartisipasi dalam fitur laporan komunitas crowdsourced yang mirip dengan Wikipedia.

Twitter mengatakan kepada NBC bahwa hal tersebut adalah salah satu dari banyak hal. Twitter sedang mengeksplorasi sejumlah cara untuk mengatasi informasi yang salah dan memberikan lebih banyak konteks untuk tweet di Twitter. Twitter mengatakan hal yang diperlihatkan tersebut adalah salah satu dari beberapa yang mungkin diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang. Twitter juga baru-baru ini melarang deepfake dalam upaya untuk melawan informasi yang salah.

NBC News melaporkan bahwa pengguna dapat memperoleh poin dan lencana komunitas karena menyediakan konteks untuk tweet yang menyesatkan. Publik diminta untuk menilai tweet sebagai likely atau unlikely untuk menyesatkan. Twitter kemudian meminta mereka untuk menilai persentase anggota komunitas yang mereka yakini akan menjawab hal yang sama pada skala 1 hingga 100. Semakin banyak poin yang didapatkan, semakin banyak suara dihitung.

Sumber: The Next Web

Similar Posts