Literasi Digital

Work From Home: Serangan Peretasan Meningkat selama Masa Lockdown

Internet Sehat: Peretas atau hacker telah meluncurkan gelombang serangan dunia maya yang mencoba mengeksploitasi orang Inggris yang bekerja dari rumah. Hal ini karena lockdown yang dilakukan untuk mengatasi virus Corona memaksa orang untuk menggunakan sistem komputer yang sering tidak dikenal.

Di Inggris, proporsi serangan yang menargetkan pekerja rumahan meningkat dari 12% dari lalu lintas email jahat sebelum lockdown dimulai pada bulan Maret menjadi lebih dari 60% enam minggu kemudian, menurut data dari perusahaan cybersecurity Darktrace.

Serangan-serangan yang secara khusus ditujukan untuk mengeksploitasi kekacauan yang ditimbulkan oleh Sars-CoV-2 telah terbukti sejak Januari, ketika wabah itu mulai menjadi berita utama internasional. Serangan kemudian telah menjadi lebih canggih, khususnya menargetkan kecemasan yang ditimbulkan oleh virus corona daripada upaya yang lebih biasa, yaitu penipuan keuangan atau pemerasan.

Pada awal Mei, Darktrace mendeteksi kampanye email jahat skala besar terhadap bisnis di Inggris yang memberi tahu karyawan bahwa mereka dapat memilih untuk dirumahkan jika mereka mendaftar ke situs web tertentu.

Serangan lain telah menargetkan alat yang digunakan oleh pekerja jarak jauh, termasuk permintaan palsu untuk mengatur ulang akun jaringan pribadi virtual (VPN), akun konferensi video Zoom dengan halaman masuk palsu, atau menerima permintaan obrolan masuk dari kolega pada sistem pesan perusahaan yang tak seharusnya.

Ada juga peningkatan serangan spoofing, dengan email yang mengaku berasal dari seorang rekan kerja. Darktrace mengatakan sekitar seperlima dari email jahat biasanya akan menggunakan beberapa bentuk spoofing, tetapi tingkat ini telah mencapai hingga 60% karena penyerang mengeksploitasi peningkatan pemisahan tenaga kerja.

Satu serangan spoofing menampilkan seorang kepala eksekutif perusahaan yang tidak disebutkan namanya diduga meminta pekerja untuk menyumbang kesehatannya, sementara yang lain meniru departemen dukungan TI meminta pekerja untuk mengunduh perangkat lunak baru.

Serangan hacker atau peretas tentu tidak hanya terbatas di Inggris. Di Indonesia serangan seperti ini juga terjadi, sayang tidak cukup data untuk membuktikannya. Untuk itu, saat bekerja dari rumah, pekerja harus ekstra hati-hati dan selalu menerapkan praktik Internet Sehat agar terhindar dari bahaya peretasan.

Sumber: The Guardian

Similar Posts