25 Tahun Kota Tarakan Diisi dengan Seminar Literasi Digital

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M. Kes., membuka Seminar Literasi Digital bertemakan “Melawan Hoaks, Menjaga Data Pribadi, Makin Cakap Digital” yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota, Sabtu (17/12/2022). Acara ini dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo, Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia, Ketua PGRI Kota Tarakan, Ketua STMIK PPKIA, Direktur ICT Watch, serta para dosen dan mahasiswa sebagai peserta seminar.

Dalam sambutannya Wali Kota menyampaikan bahwa peningkatan literasi di tengah-tengah masyarakat perlu menjadi perhatian bersama, “Minat baca orang indonesia sangat tinggi, tetapi kemampuan membaca yang rendah, misalnya dalam memahami literatur yg rumit-rumit. Ini yang menjadi problem,“ ujarnya seraya menyoroti betapa gampangnya pengguna medsos untuk meneruskan informasi tanpa disaring terlebih dahulu.

Untuk itu, ia mengajak agar pengguna internet dapat bijak dalam interaksi di dunia maya. Saat ini di Tarakan sendiri 80% masyarakat sudah mangakses internet sehingga perlu adanya penguasaan literasi, penguasaan digital, dan penguasaan ilmu yg baik terhadap digitalisasi. “Mari bersama kita membangun literasi yang baik di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.

Setelah sambutan dari Walikota, kegiatan seminar dilanjutkan dengan menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Endah Sarastiningsih (Ketua PGRI Tarakan), Endyk Noviantono (Ketua STMIK PPKIA Tarakan), dan Indriyatno Banyumurti (Direktur ICT Watch). Pada kesempatan pertama, Endah menyampaikan bagaimana literasi digital menjadi sesuatu yang mutlak dikuasai oleh para guru. “Berbagai aplikasi pembelajaran saat ini menggunakan teknologi digital, demikian pula penerapan sistem administrasi pendidikan yang serba digital. Hal ini menuntut guru untuk dapat menguasai teknologi ini.”

Sementara Endyk Novianto menjabarkan bagaimana kondisi dunia digital saat ini. “Saat ini kita hidup dalam dunia digital, termasuk penggunaan media sosial yang sangat masif. Selain banyak hal positif yang bisa dilakukan, hal ini juga menimbulkan kerentanan berbagai kejahatan di dunia siber, seperti pencurian data pribadi, menyebarnya hoaks dan lain-lain. Penguasaan literasi digital menjadi mutlak, agar masyarakat dapat terhindar dari bahaya kejahatan tersebut”

Indriyatno Banyumurti, sebagai pembicara terakhir, menyampaikan pentingnya memahami bagaimana hoaks menyebar. “Terkadang kita tak sadar termakan hoaks, karena algoritma media sosial membuat kita hidup dalam ruang bergema, yang membuat kita hanya mendengar suara yang sejalan dengan pendapat kita. Sehingga akhirnya kita kehilangan daya pikir kritis, dan begitu muncul hoaks yang sesuai dengan opini kita, dengan tidak sadar kita akan menyetujuinya.”.

aaaa

Indriyatno juga mendemokan penggunaan situs s.id/cekhoaks agar kita bisa verifikasi hoaks secara mandiri. Kegiatan Seminar Literasi Digital ini menjadi bagian dari rangkaian ulang tahun kota Tarakan yang memiliki tema: Semakin tangguh terus tumbuh menuju smart city. Dan seminar ini menjadi bagian upaya mencerdaskan masyarakat kota Tarakan karena kota yang cerdas tentunya harus dibarengi masyarakat yang cerdas juga. (IB)