Brazil Bentuk Jaringan Respons Serangan Siber

Brazil Bentuk Jaringan Respons Serangan Siber

Internet Sehat : Pemerintah Brazil telah menciptakan jaringan respons serangan siber yang bertujuan untuk mempromosikan respons yang lebih cepat terhadap ancaman dan kerentanan siber melalui koordinasi antara badan-badan pemerintah federal.

Jaringan ini dibuat melalui keputusan presiden yang ditandatangani pada 16 Juli. Federal Cyber Incident Management Network akan mencakup Kantor Keamanan Institusional kepresidenan serta semua badan dan entitas di bawah administrasi pemerintah federal. Perusahaan publik, perusahaan modal campuran dan anak perusahaannya dapat menjadi anggota jaringan secara sukarela.

Jaringan tersebut akan dikoordinasikan oleh Departemen Keamanan Informasi dari Kantor Keamanan Institusional kepresidenan, melalui Pusat Pencegahan, Perawatan dan Respons terhadap Insiden Keamanan Siber pemerintah.

Sekretariat Pemerintah Digital (DGS) yang beroperasi di bawah Sekretariat Khusus Pengelolaan dan Pemerintahan Digital Kementerian Perekonomian akan memiliki peran strategis dalam pembentukan jaringan tersebut. DGS adalah badan pusat SISP, sebuah sistem yang digunakan untuk perencanaan, koordinasi, pengorganisasian, pengoperasian, pengendalian dan pengawasan sumber daya teknologi informasi pemerintah federal di lebih dari 200 badan.

Menurut DGS, pembagian informasi yang dituangkan dalam keputusan pembentukan jaringan diharapkan dapat meningkatkan artikulasi SISP dalam hal pencegahan insiden, serta tindakan yang diperlukan dalam kemungkinan serangan siber. Sekretariat juga menyiratkan bahwa ada harapan bahwa perusahaan publik seperti Dataprev, perusahaan teknologi dan informasi jaminan sosial pemerintah, dan Serpro, layanan pemrosesan data federal, akan bergabung dalam inisiatif ini meskipun partisipasi mereka tidak wajib.

Dengan memiliki pengetahuan langsung tentang serangan serta potensi kerentanan yang dieksploitasi akan memungkinkan badan ini untuk memperingatkan badan lain untuk menegakkan tindakan penahanan yang diperlukan. Fokus lain dari badan respons ini juga dapat mencakup pengembangan panduan dan pelatihan untuk mengatasi masalah utama yang diidentifikasi.

Menurut survei yang dirilis awal bulan ini, warga Brazil mengkhawatirkan keamanan data mereka. Survei tersebut menemukan bahwa ketakutan akan serangan siber sangat tinggi di kalangan pengguna, dengan 73% responden melaporkan mengalami beberapa jenis ancaman digital, seperti menerima pesan palsu dari perusahaan dan kata sandi yang dicuri.

Sumber : ZDNet

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.