Otoritas Brazil Didesak untuk Bertindak terhadap Pembaruan Kebijakan Privasi WhatsApp

Otoritas Brazil Didesak untuk Bertindak terhadap Pembaruan Kebijakan Privasi WhatsApp

Internet Sehat : Otoritas Brazil didesak untuk bertindak atas pembaruan privasi WhatsApp yang akan datang, di tengah kekhawatiran atas hak privasi dan perlindungan data.

Organisasi nirlaba hak konsumen Idec telah memberi tahu berbagai organisasi pemerintah, termasuk National Data Protection Authority, National Consumer Secretariat dan Federal Prosecution Service dengan permintaan tindakan bersama untuk mencegah penyimpangan yang berasal dari perubahan kebijakan privasi yang akan berlaku mulai 15 Mei. .

Pembaruan kebijakan privasi baru WhatsApp akan memungkinkan Facebook untuk mengumpulkan semua data penggunanya di semua layanannya. Kebijakan ini diperkenalkan secara diam-diam kepada pengguna melalui permintaan untuk menerima persyaratan baru akhir tahun lalu yang menyebabkan keributan atas data yang dapat diakses oleh raksasa jejaring sosial Facebook, dan sebagai akibatnya, perusahaan telah menunda pemberlakuan persyaratan baru dari tanggal yang direncanakan semula, yaitu 8 Februari menjadi pertengahan Mei.

Pengacara yang memimpin program hak digital di Idec, Michel Roberto de Souza mengatakan sangat penting bahwa otoritas Brazil menekan Facebook untuk mendapatkan jawaban yang jelas dan bahwa prosedur administratif yang diterapkan menghormati hak perlindungan data warga Brazil.

Aplikasi milik Facebook adalah alat smartphone yang digunakan orang Brazil lebih sering dan untuk jangka waktu yang lebih lama, menurut survei yang dilakukan oleh situs web berita dan penelitian teknologi Brazil Mobile Time dan perusahaan polling Opinion Box. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling banyak dibuka oleh 54% orang Brazil, diikuti oleh Instagram (14%) dan Facebook (11%).

Menurut Idec, kurangnya informasi yang jelas kepada pengguna tentang perubahan yang akan datang dan konsekuensinya. Praktik berbagi data konsumen tersebut dianggap sebagai penyalahgunaan karena pengguna tidak dapat keluar dari persyaratan baru dan terus menggunakan bahkan fitur dasar aplikasi.

Idec berpendapat bahwa hak konsumen untuk memilih tidak dihormati ketika pengguna dipaksa untuk menerima persyaratan penggunaan baru WhatsApp. Selain itu, Idec menunjukkan bahwa Facebook telah berkomitmen untuk memastikan privasi pengguna yang lebih tinggi di beberapa negara Eropa dalam beberapa tahun terakhir dan bahwa ada perbedaan antara persyaratan yang diperbarui pada tahun 2021 di Brazil dan aturan yang akan datang di Eropa. Menurut Souza hal tersebut adalah indikasi lain dari ketidakteraturan.

Sumber : ZDNet

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.