Privasi & Data Pribadi

Teknologi Pengenalan Wajah untuk Memprediksi Penjahat Picu Debat Bias AI

Internet Sehat : Sebuah universitas AS mengklaim bahwa mereka dapat menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memprediksi kriminalitas. Hal ini telah memperbaharui perdebatan tentang bias rasial dalam teknologi pengenalan wajah.

Peneliti Harrisburg University mengatakan perangkat lunak mereka dapat memprediksi jika seseorang adalah penjahat, hanya berdasarkan pada gambar wajah mereka. Perangkat lunak tersebut dimaksudkan untuk membantu penegak hukum mencegah kejahatan. Namun sebanyak 1.700 akademisi telah menandatangani surat terbuka yang menuntut penelitian tersebut untuk tidak dipublikasikan.

Seorang anggota peneliti Harrisburg yang juga seorang mantan perwira polisi, mengatakan bahwa mengidentifikasi kriminalitas dari citra wajah akan memungkinkan keuntungan signifikan bagi lembaga penegak hukum dan badan intelijen lainnya untuk mencegah terjadinya kejahatan. Para peneliti mengklaim perangkat lunak mereka beroperasi tanpa bias rasial.

Tetapi panitia surat terbuka, Coalition for Critical, mengatakan bahwa klaim semacam itu didasarkan bukan pada kajian ilmiah, penelitian, dan metodenya tidak sehat.

Kelompok itu menunjuk ke studi yang tak terhitung jumlahnya yang menyarankan orang-orang yang termasuk dalam beberapa etnis minoritas diperlakukan lebih keras dalam sistem peradilan pidana.

Peneliti sains komputer Universitas Cambridge Krittika D’Silva mengatakan bahwa tidak bertanggung jawab bagi siapa pun untuk berpikir bahwa mereka dapat memprediksi kriminalitas hanya berdasarkan pada gambar wajah seseorang.

Sumber: BBC

Sumber Foto: PC Mag

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.