Literasi Digital

Algoritma Apple News Pilih Lebih Banyak Berita Selebritis

Internet Sehat: Ketika algoritma menggantikan manusia yang bertanggung jawab atas pengeditan berita, algoritma tersebut cenderung memilih lebih banyak cerita tentang selebritis dari beragam publikasi.

Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian terbaru. Jack Bandy dan Nicholas Diakopoulos dari Universitas Northwestern di AS menganalisis Apple News selama dua bulan sejak pertengahan Maret, mengumpulkan setiap tajuk berita yang diterbitkan dalam dua bagian aplikasi berita populer dan berpengaruh, yaitu Top Stories, yang berisi konten yang dipilih oleh tim editor manusia yang dipekerjakan oleh Apple dan Trending, yang berisi cerita yang dipilih oleh algoritma.

Di lebih dari 4.000 tajuk utama, algoritma memilih lebih banyak berita dari pilihan publikasi yang jauh lebih terkonsentrasi daripada editor manusia. Hampir sepertiga dari semua tren berita berasal dari hanya dua outlet, yaitu CNN dan Fox News. Dua outlet yang paling disukai berikutnya adalah majalah People dan BuzzFeed, menyumbang setengah dari 3.144 tajuk utama yang dipilih oleh algoritma.

Sebaliknya, 10 sumber teratas yang digunakan oleh editor manusia yang tidak termasuk Fox News, Buzzfeed atau People hanya menyumbang 56% dari tajuk berita utama. Menurut Bandy, hal ini menunjukkan bahwa algoritma dapat memilih lebih banyak cerita tentang selebritas dan berita ringan lainnya. Hal ini didukung oleh analisis topik di mana para editor manusia cenderung memilih cerita yang mengandung frase seperti measles cases atau Brexit deal, sementara algoritma lebih menyukai Justin Bieber dan Florida Man.

Temuan ini menggarisbawahi adanya masalah dengan mengandalkan kurator otomatis untuk melakukan pekerjaan editor manusia, bahkan untuk layanan seperti Apple News yang mencoba menggunakan keduanya dalam sebuah layanan

Editor algoritmik juga bisa menjadi mangsa masalah-masalah lain, seperti sensor tidak disengaja yang melihat cerita-cerita masuk daftar hitam karena kemiripannya dengan kata-kata kotor. Pada bulan Mei, misalnya, filter algoritma Twitter melarang Dominic Cummings agar tidak muncul secara otomatis di berita karena potensi nama keluarganya.

Namun, masalah ini tidak menghentikan penerbit dari merangkul otomatisasi untuk menghasilkan penghematan. Bulan lalu, Microsoft memutuskan untuk mengganti semua editor manusia yang membuat cerita untuk layanan MSN News perusahaan dengan algoritma yang dapat melakukan pekerjaan yang sama.

Sumber: The Guardian

Sumber Foto: 9t05mac

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.