Jurnalis Al Jazeera Diretas dengan Spyware NSO Group

Jurnalis Al Jazeera Diretas dengan Spyware NSO Group

Internet Sehat : Peneliti keamanan siber mengatakan bahwa lusinan jurnalis Al Jazeera diduga diretas dengan bantuan spyware yang dikembangkan oleh perusahaan Israel NSO Group.

Rincian dugaan peretasan yang menargetkan 36 anggota staf, termasuk pembawa berita TV dan eksekutif, telah dipublikasikan dalam laporan oleh Citizen Lab di Universitas Toronto. Peneliti Citizen lab mengatakan bahwa kerentanan dalam perangkat lunak sistem operasi iPhone digunakan untuk meluncurkan spywarea tersebut.

NSO Group membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki bukti apapun.

Peneliti Citizen Lab mengatakan mereka menyimpulkan dengan keyakinan sedang bahwa dua penyerang yang telah memata-matai melalui telepon jurnalis Al Jazeera melakukannya atas nama pemerintah Arab Saudi dan UEA. Peneliti tersebut mengatakan bahwa ponsel disusupi menggunakan rantai eksploitasi yang disebut Kismet.

Pada Juli 2020, Kismet adalah serangan zero-day yang berarti Apple tidak menyadari adany kekurangan di sistem operasi iOS dan bekerja setidaknya pada iOS 13.5.1 dan dapat meretas iPhone 11 Apple, model terbaru pada saat itu.

Citizen Lab pertama kali diberi tahu tentang potensi aktivitas mata-mata di ponsel jurnalis ketika dihubungi oleh Tamer Almisshal, pembuat film investigasi di Al Jazeera. Almisshal telah menyatakan keprihatinan bahwa iPhone-nya telah diretas sehingga memungkinkan Citizen Lab untuk memantau aktivitas di perangkat tersebut.

Pada 19 Juli 2020, ponselnya mengunjungi situs web yang dideteksi dalam pemindaian internet Citizen Lab sebagai Server for NSO Group’s Pegasus spyware milik NSO Group, yang digunakan dalam proses menginfeksi target dengan Pegasus.

Juru bicara NSO Group menanggapi memo tersebut dengan mengatakan bahwa memo itu sekali lagi didasarkan pada spekulasi dan tidak memiliki bukti yang mendukung koneksi ke NSO.

Dia menambahkan bahwa perusahaan menyediakan perangkat lunak kepada pemerintah yang menggunakannya untuk menangani kejahatan terorganisir dan terorisme yang serius, dan tidak mengoperasikan perangkat lunak itu sendiri.

Eksploitasi yang dijelaskan oleh tim Citizen Lab gagal berfungsi di iPhone yang menjalankan iOS 14, versi terbaru. Pengguna harus segera memperbarui ke versi tersebut agar terhindar dari peretasan.

Sumber : BBC

Sumber Foto : Access Now

Mari belajar Privasi di Galeri Privasi.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.