Literasi Digital

(Lagi) : India Larang 118 Aplikasi dari China

Internet Sehat : Sebanyak 118 aplikasi seluler China lainnya telah dilarang oleh pemerintah India, karena ketegangan antara kedua negara terus meningkat. Daftar aplikasi yang dilarang tersebut termasuk beberapa produk Tencent termasuk video game populer PUBG Mobile dan WeChat Work. Sebelumnya pemerintah India telah melarang 59 aplikasi paling populer termasuk TikTok karena masalah keamanan nasional.

Kementerian TI India mengatakan mereka memiliki informasi yang dapat dipercaya, yaitu gelombang terbaru yang bertindak melawan kepentingan India. Aplikasi lain yang terpengaruh pelarangan ini termasuk:
1. Dua aplikasi raksasa pencarian Baidu.
2. Pemindai kartu nama CamCard.
3. Aplikasi pembayaran Alipay Alibaba dan platform e-commerce Taobao. 4. Netease game termasuk Marvel Super War.
5. Sina News

Kementerian Teknologi dan Informasi India mengatakan telah menerima banyak keluhan dari berbagai sumber termasuk beberapa laporan tentang penyalahgunaan beberapa aplikasi seluler yang tersedia di platform Android dan iOS karena mencuri (data) dan diam-diam mengirimkan data pengguna dengan cara yang tidak sah ke server yang memiliki lokasi di luar India.

Kompilasi data ini, penambangannya dan pembuatan profilnya oleh elemen-elemen yang memusuhi keamanan dan pertahanan nasional India, yang pada akhirnya mengganggu kedaulatan dan integritas India, adalah masalah yang sangat dalam dan segera menjadi perhatian yang membutuhkan tindakan darurat.

Larangan itu dilakukan dengan latar belakang ketegangan di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan. Baik India maupun China mengerahkan lebih banyak pasukan ke wilayah Ladakh pada bulan Juni dan bentrokan telah menyebabkan sedikitnya 20 tentara India tewas.
Citra satelit tampaknya menunjukkan bahwa China telah membangun struktur baru yang menghadap ke wilayah perbatasan Himalaya.

AS juga baru-baru ini mengambil tindakan terhadap aplikasi China, mengancam akan melarang TikTok dan memerintahkan perusahaan AS untuk berhenti berbisnis dengan platform WeChat Tencent. Penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro mengatakan bahwa pemerintah juga memiliki aplikasi China lainnya dalam pengawasannya.

Sumber : BBC

Sumber Foto : Business Insider

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.