Privasi & Data Pribadi Virus Corona

Murid di Singapura Harus Pakai Teknologi Pelacakan Covid-19

Internet Sehat : Murid sekolah di Singapura yang berusia di atas tujuh tahun harus menggunakan aplikasi pelacakan kontak atau perangkat yang dapat dikenakan (wearable device) mulai Desember 2020. Keduanya menggunakan sinyal Bluetooth untuk mencatat setiap kontak dengan perangkat pengguna lain.

Murid tidak selalu memiliki akses ke telepon mereka, tetapi token gratis yang dapat dikenakan di lanyard atau dibawa kini tengah dibagikan gratis di pusat komunitas.

Upaya ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk memungkinkan konferensi dimulai kembali dan memberikan penelusuran yang lebih baik dalam pengaturan berisiko tinggi, seperti hotel, bioskop, dan pusat kebugaran yang sibuk.

Murid tidak akan dipulangkan dari sekolah jika mereka lupa atau salah meletakkan token. Mereka diminta untuk melabeli lanyard mereka dengan nama karena tidak tahan air atau tahan percikan sehingga perlu ditanggalkan untuk beberapa kegiatan.

Pemerintah telah mengatakan bahwa aplikasi atau token TraceTogether akan menjadi wajib di tempat kerja, restoran, dan pusat perbelanjaan. Para pendukung kebijakan ini juga menyarankan token ini bisa lebih baik untuk privasi.

Data pengguna disimpan di token, dibersihkan secara teratur dan dikirim ke Kementerian Kesehatan hanya setelah tes virus korona positif. Sekolah-sekolah Singapura telah dibuka sejak Juni, menyusul penutupan dua bulan. Pada hari Senin kemarin, negara tersebut tidak mencatat kasus lokal Covid-19 dan hanya satu kasus impor.

Sumber : BBC

Sumber Foto : Kompas com

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.