Literasi Digital

Twitter Blokir Sementara Akun Steve Bannon

Internet Sehat : Mantan penasihat utama Presiden Trump, Steve Bannon, telah diskors dari Twitter karena pemujaan kekerasan di tengah berlangsungnya pemilu di AS.

Bannon mengatakan jika Trump yang terpilih kembali, ia harus memecat ahli penyakit menular dan direktur FBI dan menyerukan kekerasan terhadap mereka. Tindakan Twitter terjadi ketika perusahaan teknologi melanjutkan tindakan keras terhadap informasi yang salah.

Facebook telah menutup grup besar yang menuduh penipuan, dan mengumumkan langkah-langkah baru untuk memperkuat hasil pemilu yang sebenarnya.

Bannon yang pernah dianggap sebagai salah satu orang paling kuat di Washington, menjabat sebagai pimpinan kampanye Trump tahun 2016 dan sebagai penasihat presiden tertinggi selama beberapa bulan pertama masa kepresidenannya.

Pada hari Kamis setelah pemilu AS ia memposting podcast video ke Facebook, YouTube dan Twitter, di mana dia mengatakan Dr Anthony Fauci dan Direktur FBI Christopher Wray, harus dipecat setelah Trump terpilih kembali dan mengajurkan mereka jadi sasaran kekerasan.

Presiden Trump telah menyatakan rasa frustrasi kepada kedua orang tersebut. Ia berselisih dengan Dr Fauci atas pandemi dan dengan Wray atas apa yang dia lihat sebagai kegagalan untuk menyelidiki lawannya, Joe Biden.

Facebook dan YouTube sama-sama menghapus video tersebut, tetapi Twitter mengeluarkan penangguhan langsung atas akun Bannon, karena melanggar kebijakannya yang mengagungkan kekerasan. Akun tersebut tidak ditangguhkan secara permanen, alih-alih dilarang untuk waktu yang terbatas.

Sumber : BBC

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.