Ukraina Tuduh Rusia Berada di Belakang Serangan Siber

Internet Sehat : Pemerintah Ukraina menuduh Rusia berada di balik serangan dunia maya pada hari Jumat minggu lalu. Serangan tersebut menyasar lusinan situs resmi pemerintah Ukraina.

Akibat serangan tersebut sekitar 70 situs web pemerintah untuk sementara dihentikan, Serangan ini merupakan serangan terbesar di Ukraina dalam empat tahun.

Sebelum situs tersebut offline, sebuah pesan muncul memperingatkan warga Ukraina untuk”bersiap untuk yang terburuk. Akses ke sebagian besar situs dipulihkan dalam beberapa jam kemudian.

AS dan NATO mengutuk serangan itu dan telah menawarkan dukungan ke Ukraina. Rusia belum mengomentari peretasan tersebut.

Para ahli di kementerian informasi Ukraina menerbitkan garis waktu tentang bagaimana berita tentang serangan itu menyebar, menunjukkan bahwa media Rusia melaporkannya sebelum outlet Ukraina. Mereka menuduh bahwa serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut kegagalan Rusia dalam pembicaraan baru-baru ini dengan NATO mengenai Ukraina.

Ukraina mendapat tekanan kuat dari tetangganya dengan penambahan sekitar 100.000 tentara Rusia di dekat perbatasannya. Layanan keamanan SBU Ukraina mengatakan hanya dalam sembilan bulan tahun lalu mereka menetralisir 1.200 serangan atau insiden siber.

NATO mengatakan akan segera menandatangani perjanjian dengan Ukraina tentang peningkatan kerja sama siber, yang akan memberinya akses ke platform berbagi informasi malware aliansi. Gedung Putih mengatakan akan memberi Ukraina dukungan apa pun yang dibutuhkan untuk pulih dari serangan tersebut.

Pada awal serangan hari Jumat minggu lalu, sebuah pesan di situs web yang diretas telah diposting dalam tiga bahasa, Ukraina, Rusia dan Polandia. Pesan dalam bahasa Polandia mengandung kesalahan serius dan tampaknya tidak ditulis oleh penutur asli, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah Polandia. Polandia juga menyalahkan Rusia atas peretasan itu.

SBU di Kyiv kemudian mengatakan bahwa tidak ada data pribadi yang bocor, menurut penilaian awal, dan tidak ada konten yang diubah. Di antara situs yang ditargetkan adalah situs web Diia, sistem utama yang berisi layanan pemerintah yang menyimpan data dan sertifikat vaksinasi pribadi.

Sumber : BBC