4 Pilar Literasi Digital untuk 6 Pilar Desa Cerdas

Tumbuh kembang pertanian sangat membutuhkan sentuhan teknologi supaya petani semakin memiliki daya untuk meningkatkan hasil panen dan terhindar dari penyakit. Digitalisasi di dunia pertanian maupun aspek kehidupan lainnya sudah menjadi sebuah keniscayaan, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa

banyumurti.my.id

Pemerintah Desa Wates – Kabupaten Blitar bersama Relawan TIK Kabupaten Blitar, menyelenggarakan Seminar dan Workshop Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa pada tanggal 22-24 Agustus 2022. Kegiatan ini dibuka langsung pada tanggal 22 Agustus 2022 oleh Bupati Blitar, Rini Syarifah, yang hadir secara daring. Rini menyampaikan bahwa penerapan Internet of Things (IOT) di dunia pertanian diyakini akan sangat membantu para petani untuk dapat mengelola lahannya dengan lebih baik. “Apresiasi buat Pemdes Wates yang mewujudkan Smart Farming ini, dan juga dukungan dari Relawan TIK Blitar. Besar harapan saya acara ini dapat berlanjut ke desa-desa yang lain, dan juga dengan transfer teknologi yang terbarukan”.

Apresiasi juga disampaikan oleh Helmiati Nuhung, Kepala Pusat Daya Saing Kemendes PDTT, yang menyampaikan bahwa penerapan teknologi digital di bidang pertanian sangat penting, agar dapat meningkatkan daya saing dari petani itu sendiri. Pada sesi talkshow, hadir Rully Wahyu (Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Blitar), Luki Riyaningrum (Pewakilan BI Kediri), Andri Johandri (Relawan TIK) dan Indriyatno Banyumurti (ICT Watch) yang masing-masing menjelaskan manfaat dari teknologi digital, khususnya smart farming, yang tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas masyarakat desa, tetapi lebih jauh berdampak pada penyusunan strategi pembangunan yang tepat sasaran. “Bisa kita bayangkan, jika IOT bisa kita terapkan di pertanian dan UMKM, maka kita bisa mencatat, misalnya, bagaimana konsumsi beras masyarakat, berapa besar produksi pertanian kita, dan sebagainya secara real-time. Ini tentu akan memudahkan pemerintah untuk menyususun kebijakan dan strategi pembangunannya.,” tegas Andri Johandri yang mewakili Relawan TIK Indonesia.

Sementara itu, pada kesempatan terakhir, Indriyatno Banyumurti dari ICT Watch memaparkan kaitan 4 Pilar Literasi Digital dengan 6 Pilar Desa Cerdas. “Penguasaan masyarakat akan literasi digital akan mendorong terwujudnya desa cerdas, karena mewujudkan Desa Cerdas harus ditunjang dengan penguasaan teknologi”. Terdapat 4 Pilar Literasi Digital yang ditetapkan Kementerian Kominfo: Cakap Bermedia Digital (digital skill), Etika Bermedia Digital (digital ethics), Budaya Bermedia Digital (digital culture), dan Aman Bermedia Digital (digital safety). Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) pun telah merumuskan 6 Pilar Desa Cerdas sebagai berikut:

Secara umum bagaimana 4 Pilar Literasi Digital dapat menunjang 6 Pilar Desa Cerdas dapat dilihat pada tabel berikut:

Peningkatan literasi digital masyarakat menjadi salah satu syarat mutlak yang perlu dipenuhi agar dapat mewujudkan Desa Cerdas.

Kegiatan Digitalisasi Pertanian dan UMKM Desa ini juga menghadirkan kegiatan workshop dan ToT tentang Pengembangan Smart Farming dengan IoT oleh Relawan TIK serta Pengembangan Ekosistem ekonomi digital oleh my.id dan PANDI. Di hari terakhir para peserta melakukan Focus Group Discussion yang difasilitasi oleh Relawan TIK Kabupaten Blitar