Privasi & Data Pribadi

Data Pasien Covid-19 Indonesia Dijual di Dark Web

Internet Sehat : Another day, another data leaks. Setelah beberapa waktu yang lalu data pengguna sebuah e-commerce di Indonesia bocor dan dijual di dark web, kini gilirabn data pasien Covid-19 Indonesia yang diduga bocor dan dijual di tempat yang sama.

Dikutip dari CNN Indonesia, data warga terkait  Covid-19 di Indonesia diduga telah dicuri oleh peretas (hacker). Mereka diduga menjual data pasien terinfeksi virus Corona tersebut di forum dark web RapidForums.

Menurut CNN, data tersebut bisa dikatakan lengkap. Beberapa data tersebut adalah nama, status kewarganegaraan, tanggal lahir, umur, nomor telepon, alamat rumah, Nomor Identitas Kependudukan (NIK), dan alamat hasil tes corona. Selain itu, hasil tes Covid-19 juga muncul secara detail dalam basis data tersebut. Data yang dijual berupa gejala, tanggal mulai sakit, dan tanggal pemeriksaan.

Akun penjual bernama Database Shopping menyatakan basis data terkait Covid-19 mulai bocor pada 20 Mei 2020 lalu. Namun, ia mulai menjual data pasien atau warga yang terkait wabah corona pada Kamis (18/6) minggu lalu.

Sejauh ini, penjual tersebut memiliki 230 ribu data warga terkait Covid-19 yang ada di Indonesia. Sementara, data resmi pemerintah menunjukkan tes PCR yang telah dilakukan di Indonesia menjangkau 366.581 orang.

Pengamat keamanan siber dari CISSRec, Pratama Persadha menyatakan peretasan dan penjualan data pasien Covid-19 di Indonesia cukup berbahaya. Masalahnya, data yang dicuri dan dijual terbilang cukup lengkap.

Sumber: CNN

Sumber Foto: Revision Legal

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.