Instagram Akui Kesalahan Moderasi atas Komentar Rasis

Instagram Akui Kesalahan Moderasi atas Komentar Rasis

Internet Sehat : Instagram telah mengakui kesalahan dalam teknologinya sehingga menyebabkan komentar dan emoji rasis tidak dihapus. Hal tersebut terjadi setelah banjir pelecehan rasis diarahkan pada pemain sepak bola Inggris Bukayo Saka, Marcus Rashford dan Jadon Sancho setelah final Euro 2020.

Bos Instagram Adam Mosseri mengatakan konten telah secara keliru diidentifikasi sesuai dengan pedoman komunitas alih-alih dirujuk ke moderator manusia. Masalah tersebut sekarang sudah diperbaiki.

Mosseri mengatakan bahwa Instagram memiliki teknologi untuk mencoba dan memprioritaskan laporan dan ternyata salah menandai beberapa di antaranya sebagai komentar yang tidak berbahaya, padahal sebenarnya (berbahaya).

Pada hari Senin, BBC News melaporkan komentar yang berisi beberapa emoji orangutan di Instagram Saka. Dalam beberapa menit, pemberitahuan diterima yang mengatakan bahwa teknologi platform menemukan bahwa komentar ini mungkin tidak bertentangan dengan pedoman Instagram.

Menyusul komentar Mosseri, pada Rabu malam, beberapa komentar rasis dan emoji dilaporkan, tetapi tidak ada pemberitahuan tentang hasil tinjauan apa pun yang diterima. Gulir cepat di akun Saka mengungkapkan lebih banyak komentar rasis yang belum dilaporkan dan dihapus.

Rasisme di Instagram telah menjadi masalah lama, dengan sejumlah besar konten hingga moderat. Pada bulan April, Klub Sepak Bola Liverpool mengkritik platform tersebut setelah beberapa pemainnya dikirimi emoji monyet rasis.

Instagram sebelumnya telah berkonsultasi dengan kelompok anti-diskriminasi dan anti-intimidasi untuk menyusun daftar istilah, frasa, dan emoji yang menyinggung. Pengguna juga dapat memfilter kata atau emoji tertentu di akun mereka, dengan mengubah alat Hidden Words di pengaturan.

Tetapi Imran Ahmed, kepala eksekutif Center for Countering Hate (CCDH) mengatakan, tidak dapat dipercaya bahwa pelecehan rasis terus melewati filter Instagram. Dari 105 akun yang diidentifikasi telah melakukan pelecehan rasial terhadap pemain sepak bola Inggris, 88 masih ada.

Kegagalan Instagram untuk mengidentifikasi emoji monyet sebagai rasis, hingga penolakannya untuk mengeluarkan larangan seumur hidup kepada rasis Instagram dan perusahaan induknya Facebook telah gagal bertindak.

CCDH telah mendengar cukup banyak pembicaraan. Sudah waktunya bagi Pemerintah Inggris untuk mengikuti jejak Jerman dalam mengesahkan undang-undang dan menjatuhkan hukuman finansial yang serius pada perusahaan yang memberikan pengeras suara pada rasisme dan ekstremisme.

Sumber : BBC

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.