Peneliti: Facebook Mobile Data Dapat Digunakan untuk Pelacakan Covid-19

Peneliti: Facebook Mobile Data Dapat Digunakan untuk Pelacakan Covid-19

Internet Sehat : Sekelompok peneliti Australia telah menemukan bahwa Facebook mobile data dapat digunakan untuk memperkirakan penyebaran risiko penularan COVID-19 dari hotspot yang teridentifikasi.

Para peneliti dari University of Melbourne, University of Adelaide, Monash University, University of New South Wales, dan pemerintah Victoria menggunakan data dari program Facebook Data for Good yang merinci jumlah individu yang berpindah antarlokasi dalam interval 8 jam berikutnya selama tiga wabah COVID-19, yaitu Cedar Meats di Victoria, The Crossroads Hotel di Sydney barat, dan gelombang kedua Victoria untuk menentukan tingkat pola mobilitas real time dari data ponsel agregat yang dapat digunakan untuk memprediksi risiko penularan COVID-19.

Sebagai bagian dari studi yang telah diterbitkan dalam Journal of the Royal Society Interface, para peneliti menguraikan bahwa setiap kasus menggunakan data mobilitas Facebook untuk memperkirakan pola risiko penularan di masa depan. Hal ini diikuti dengan pemeriksaan sejauh mana perkiraan berkorelasi dengan data kasus berikutnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa keakuratan perkiraan bervariasi dengan konteks wabah, dengan korelasi yang lebih tinggi untuk wabah yang berpusat di tempat kerja dan korelasi yang lebih rendah untuk wabah yang berpusat pada pertemuan sosial.

Para peneliti mengakui, bagaimanapun ada beberapa batasan dalam studi mereka, yaitu kebutuhan untuk mematuhi privasi dan pertimbangan etis saat menggunakan data mobilitas untuk pengawasan penyakit dan bahwa data mobilitas yang disediakan oleh Facebook adalah bias karena mewakili sampel populasi yang tidak seragam dan pada dasarnya tidak berkarakter sebagai sampel lain.

Meskipun demikian, para peneliti menyimpulkan model penilaian mereka dapat digunakan sebagai prediktor yang baik terhadap risiko penularan, terutama dalam wabah yang melibatkan tempat kerja atau lingkungan lain yang terkait dengan pola kebiasaan perjalanan.

Mereka menambahkan metode tersebut dapat digunakan untuk membantu sistem kesehatan menentukan bagaimana sumber daya pengujian dapat dialokasikan dan sejauh mana batasan komunitas.

Sumber : ZDNet

Belajar Privasi di Galeri Privasi

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.